Categories
KETIK

Homo Homini Socius

Pada tahun 195 sebelum masehi, dalam karyanya yang berjudul Asinaria. Plautus, seorang pemikir Romawi menuliskan istilah Homo Homini Lupus. Yang juga dapat diterjemahkan sebagai manusia adalah serigalanya manusia. Manusia yang menikam sesama manusia lainnya.

Kemudian setelah masehi, Seneca yang adalah seorang negarawan Romawi mencetuskan sebuah antitesis untuk istilah tersebut, yang adalah Homo Homini Socius. Terjemahan dari kalimat latin ini yaitu manusia adalah sesuatu yang sakral bagi sesamanya. Manusia yang menghargai dan memuliakan manusia lainnya.

Saya setuju bahwa keduanya benar-benar ada dan nyata. Apalagi jika kita bicara pada ranah dunia maya. Entah itu akun media sosial, website, blog bahkan dalam platform komunikasi daring sekalipun.

Di mana setiap orang bebas mengakses atau memberikan bermacam informasi oleh ketikan jari. Apapun yang kita bagikan, bisa saja menjadi sesuatu yang merusak tapi bisa juga menjadi sesuatu yang membangun. Ini pun tergantung bagaimana persepsi si pembaca itu sendiri.

Dalam dunia blog ada yang dinamakan dengan blogwalking. Saya cukup tidak setuju jika kegiatan ini hanya dilakukan untuk meningkatkan traffic. Biarkan saja algoritma dari platform yang mengurusi hal-hal seperti itu.

Saya lebih setuju jika blogwalking dipergunakan sebagai kegiatan untuk saling mengenal, menambah referensi bacaan dan menggali sebuah ilmu yang baru. Ber-Homo Homini Socius lewat blogwalking.

Maka dari itu, berikut adalah ulasan dari blogwalking yang telah saya lakukan dalam lingkup komunitas Ikatan Kata. Saya juga upayakan agar tidak menjadi sebuah spoiler bagi teman-teman semua.

*

Perspektif Lain dari Mengelola Rasa Marah / Mariafraniayu

Bagi saya, tulisan ini luar biasa. Penulis mengemukakan pandangan pribadinya dengan sangat baik. Tidak hanya itu, disertakan juga bacaan rujukan lain untuk membantu pembaca secara lebih lagi.

Saya diajak untuk melihat amarah dari sudut pandang yang luas. Yang mana, penulis mengenalkan amarah bukan hanya sebagai bentuk emosi manusia tapi juga sebagai pendamping hidup yang harus mampu dijinakkan.

Komentar saya :

Postingan ini ‘mahal’ loh Kak Ayu. Pastinya dapat membantu pembacanya untuk menanggulangi amarah. Terima kasih banyak karena telah menuliskannya.

*

Pulang Lebih Dulu / GerrySeptiano

Postingan yang menarik, saya sendiri sudah lama tidak merasakan apa yang diceritakan di sini.

Ada sebuah hal yang diangkat oleh penulis, yaitu kebiasaan ‘tidak enakan’. Di mana salah satu contohnya adalah pegawai yang dianggap tidak sopan jika pulang lebih dulu daripada atasan.

Padahal bukankah pegawai mempunyai jam kerja sendiri yang sudah disepakati sebelumnya? Kecuali, jika memang ada tanggungan pekerjaan yang belum diselesaikan.

Komentar saya :

Hallo Mas Gerry, tulisan yang usil ini. Kocak dan menggelitik akal untuk berpikir.
Kalau saya sih, lebih setuju dengan Tuti. Hehe…

*

Hadiah dari Melaney Ricardo /SondangSaragih

Kalau yang ini, salah satu bloger favorit saya. Selain tulisan-tulisannya yang membangun, beliau juga seringkali memberi komentar yang berupa tanggapan, masukan dan apresiasi untuk anggota komunitas lainnya di blog pribadi kami masing-masing. Salut!

Dalam postingannya kali ini, penulis membahas salah satu episode pada sebuah acara televisi. Sebuah kejadian yang sebenarnya sederhana tapi efeknya akan sangat menguatkan. Ini juga merupakan bentuk apresiasi untuk seorang sosok yang ada di dalam acara tersebut.

Saya sesungguhnya bukan termasuk orang yang religius, tapi saya setuju dengan semua hal yang dibahas penulis.

Komentar saya :

Terima kasih Moms atas tulisan ini.
Saya jadi teringat dengan sebuah perkataan, bahwa jika kita memiliki iman sebesar biji sesawi saja, maka kita dapat memindahkan sebuah gunung.

*

Perseteruan Dewa Langit / penahp

Pernah membayangkan bagaimana jadinya jika perang di ranah media sosial jadi merambah ke dunia persilatan? Kalau tidak? Wajib rasanya untuk mengunjungi postingan yang satu ini.

Tidak berhenti saya menikmati saat membaca kalimat demi kalimatnya. Garis merah yang diangkat oleh penulis sebenarnya sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tapi bagaimana dengan cara penulis melukiskannya? Silakan untuk membacanya sendiri.

Komentar saya :

Seingat saya, dari dulu pencak silat sendiri menjunjung prinsip sebagai pembelaan diri bukan untuk unjuk diri.
Cerita ini keren, Mas!

*

Sampai Bertemu / Desyagr

Sebuah puisi dengan pembawaan yang sederhana namun indah. Sebuah harapan untuk melepas rindu.

Bagi saya, apa saja yang mengenai sebuah harapan, tidak akan pernah usang. Begitu pun dengan rindu. Harapan untuk melepas rindu? Terlebih lagi kalau itu.

Kak Dessy sebagai penulis, menyurat dan menyiratkan hal tersebut dengan estetika yang sudah menjadi ciri khasnya sendiri. TrΓ©s Bien!

Komentar saya:

“Harapan baru untuk hati yang baru. Teringat hari ini adalah waktu kita akan bertemu”
Kopdar ya kakak? Hehe…

Tjakep ini!

*

Introvert atau Extrovert / Coffeeldy

Nah, apa yang dibahas di sini merupakan sebuah topik yang cukup hype bagi generation Z, yaitu teman-teman yang lahir pada periode akhir 90an sampai awal 2010an.

Kalau menurut saya, wajar saja jika teman-teman generation Z membahas hal tersebut. Karena memang sudah waktunya untuk mengenal diri sendiri. Bahkan bisa jadi sebuah pengenalan yang tidak akan pernah usai.

Mbak Coffee Lady sebagai penulis mengemukakan opininya dengan baik. Daripada sibuk berdebat atau menduga-duga masuk dalam kategori kepribadian yang mana, lebih baik jalani saja hidup tanpa perlu mengkotak-kotakan diri.

Komentar saya :

Sebenarnya kepribadian seorang manusia dapat dipelajari oleh disiplin ilmu tertentu, yaitu psikologi. Tapi bisa jadi pseudoscience yang mudah diragukan kebenarannya jika kita mulai menganalisa kepribadian kita sendiri.
Saya sangat setuju dengan opini Mbak Coffee Lady. Hidup mah jalani saja lah ya.

*

Ijinkan Gua Mau Protes Dulu /eigarin48

Dari judulnya saja, sudah menarik perhatian saya untuk membaca postingan ini. Saya mengenal Kak Alya Putri, sebagai penulis yang gemar membahas bermacam varian tema.

“Ijinkan gua mau protes dulu” ini merupakan curahan hati sang penulis dalam dunia blog. Penulis membahas bagaimana caranya dalam mencari ide, menerima kritikan bahkan saat didepak dari komunitas.

Ada banyak pembelajaran yang dapat saya gali dari tulisan ini. Terima kasih banyak karena telah berani mengungkapkan keresahannya selama ini.

Komentar saya :

Saya titip sebuah kutipan saja ya Mbak.
“Writing is its own reward.” -Henry Miller.
Cheers!

*

The New Normal Ini seperti Deja Vu /deyoo1011

Kembali sebuah keresahan yang ditulis apik oleh Kak Deyo. Bagi penulis, tahapan dari penanggulangan pandemi ini seperti sebuah dejavu. Tentang berbagai reaksi dari kemajemukan masyarakat Indonesia.

Tapi penulis dengan cerdas melukiskannya dengan sebuah karya. Harapannya adalah agar pembaca akan mulai memahami dan mengenal bumi kita ini sendiri.

Komentar saya :

Saya tunggu karya novelnya ya, Kak!

*

Tips untuk Mendaki Gunung / rifkipedia

Menurut saya, mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang wajib dilakukan setiap orang, setidaknya sekali saja seumur hidup. Di gunung, ada banyak orang yang berhasil mengenal dirinya bahkan menemukan spiritualismenya sendiri.

Mas Rifki sebagai penulis mencantumkan beberapa tips untuk mendaki gunung. Penulis dengan sukarela membagikan
pengalamannya bagi kawan-kawan yang gemar atau juga yang memiliki niat untuk mendaki.

Dari berbagai tips yang dibagikan, ada satu yang tidak pernah saya lakukan, yaitu memiliki catatan perjalanan. Jadi terima kasih Mas atas insight barunya.

Komentar saya :

Ijin menambahkan satu lagi, Mas. Jangan lupa berkomitmen untuk membawa pulang kembali sampah-sampah kita sendiri pada saat mendaki.

*

Jurnal Pagi : Aneh, Jutaan Orang Waras Tunduk pada Segelintir Orang Gila / jejakandi

Jujur, saya sempat kebingungan untuk membahas postingan ini, karena sang penulis sudah menjabarkannya secara seksama. Sebuah anomali kehidupan yang tidak hanya terjadi di dunia maya tapi juga di dunia nyata.

Saya sempat membaca sebelumnya, sebuah diskursus yang menyebut bahwa 90% manusia di bumi sebenarnya selalu dikendalikan oleh 10% manusia yang lain.

Namun, tentu saja hipotesa itu pun harus terus diuji dan dikaji.

Komentar saya :

Mas, saya akan selalu menunggu jurnal pagi dari sampeyan.

*

Sendoyan dan Cerita tentang Kita Bagian Keempat / tulisankucca

Kak Kucca ini adalah salah satu blogger yang konsisten untuk terus bercerita. “Sendoyan dan cerita kita” ini saja sudah sampai pada bagian keempat dan tentu saja akan terus berlanjut.

Ceritanya sendiri mengenai seorang gadis Bandung yang merantau untuk mengabdi sebagai seorang guru di Sendoyan, sebuah desa di Kalimantan Barat.

Penasaran? Langsung saja meluncur ke blognya.

Komentar saya :

Wah ini sih sudah cocok untuk dicompile jadi buku, Kak.

*

Jaga Jarak / Metabolismerasa

Postingan ini ditulis dengan gaya kepenulisan yang saya suka. Di mana diksi dan struktur kalimat disusun apik menjadi sebuah cerita yang dapat dibayangkan notasi penuturannya.

Bukan hanya itu, postingan ini juga ditutup dengan sebuah kalimat yang sangat elegan.

Komentar saya :

Ini Tjakep sekali, Kak!

*

Muslimah /lethekopi

Tulisan yang sangat menarik. Penulis menceritakan tentang seorang insan manusia. Dituliskan dengan alur yang nyaman sekali. Seolah-olah kita dibawa ke beberapa rentang waktu dalam kehidupan sang penulis.

Ada banyak hal yang disampaikan di sini, yang tentunya dapat diterjemahkan oleh persepsi yang beragam.

Komentar saya :

Ini tulisan yang bagus, Mas. Juga sangat menarik karena Mas memposisikan diri dari sudut, yang kalau menurut saya sangat netral.

*

Mantiqi / NominaSite

Sesungguhnya, saya cukup takjub dari mana Kang Nunu ini mendapatkan semua inspirasi menulisnya. Rasanya setiap kali saya membuka aplikasi WordPress, selalu saja menemukan karya dari penulis yang satu ini.

Termasuk yang ini. Singkat, padat tapi tepat sasaran. Tidak butuh berbait-bait narasi. Sang penulis hanya membutuhkan dua buah pertanyaan dan sebuah pernyataan. Jawara!

Komentar saya :

Seperti biasa, singkat tapi selalu mengena di hati. Jawara ieu, Kang!

*

Kalian yang Masih Peduli / chanhasmia

Lewat ini, penulis mengajak kita untuk berkawan dengan apa yang namanya kepedulian. Baik itu kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

Pada akhir tulisannya ini, Kak Chan pun berterima kasih bagi mereka yang selama ini telah sangat peduli.

Komentar saya :

Terima kasih karena telah menuliskan ini, Kak!

*

Sebuah Kebenaran atau Hanya Sekedar Alasan / dephimap

Sebuah bahasan yang cukup menarik. Penulis berbagi tentang pergulatannya sendiri dalam mencipta sebuah karya. Huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat kemudian paragraf lalu akhirnya terciptalah sebuah cerita utuh.

Saya rasa, kita semua pernah mengalami hal yang seperti ini. Namun tentu saja, pergulatan setiap orang pastinya akan berbeda.

Komentar saya :

Kalau bagi saya, menulis itu soal momentum. Tidak pernah dipaksakan, bawa santai saja. Tapi, membaca itu sebuah kewajiban di setiap harinya.

*

Ikatan Kata / AgilWijaya

Postingan pertama dari Mas Agil Wijaya mengenai Ikatan Kata. Penulis bercerita tentang suasana di tiga platform menulis yang berbeda, yaitu Quora, Medium dan WordPress.

Ada beberapa pemilihan kata yang sangat khas dalam postingan ini. Wuih, arek Ngalam iki, Salam Satu Jiwa! Jadi mengingatkan saya pada saat tinggal di jawa timur dulu.

Komentar saya :

Selamat bergabung. Agak jarang juga ni, nemu quorawan yang main WP.

*

Review Buku : Bagaimana Cara Mengobati Patah Hati / efdream

Sebuah review yang disajikan oleh Bang Edwin. Dari judulnya, sebenarnya kita bisa menebak buku tentang apa ini.

Penulis pun menambahkan kisi-kisi mengenai buku ini dengam bahasa sehari-hari yang tentunya dapat kita semua cerna dengan baik.

Komentar saya :

Sudah lama sekali rasanya, kapan kali terakhir patah hati. Tapi postingan ini menambah sebuah insight baru untuk saya.

*

Lagi / HaiFiska

Judulnya memang pendek, hanya terdiri dari sebuah kata. Tapi tidak demikian dengan isi tulisannya. Saya sih menangkapnya tentang perjuangan seorang wanita.

Dalam bayangan saya, sang wanita sedang menceramahi dirinya sendiri. Sebuah upaya pembelajaran. Sebuah pendewasaan.

Komentar saya :

“Seolah yang terlihat itu benar. Merasa pintar. Padahal buta. ”

Ini Tjakep!

*

Suka Duka Scrispy 9 Sidang / Rufindhi

Angkatan Kak Rifina ini tentunya akan menjadi angkatan yang spesial. Bagaimana tidak? Terpaksa harus menyelesaikan studinya dalam masa pandemi seperti ini.

Dalam postingannya kali ini, sang penulis menuturkan berbagai hal yang harus diadaptasikan. Sebuah tulisan yang unik dari sebuah pengalaman yang luar biasa.

Komentar saya :

Selamat atas kelulusannya dan selamat juga telah membuat kedua orang tua bangga. Sekarang? Have fun saja dulu, Kak. πŸ˜€

*

Dua Huruf yang Kau Pertanyakan /kampungmanisku

Satu lagi penulis yang membuat saya bertanya-tanya dari manakah sumber inspirasinya, Pak Narno. Yang syair-syairnya sering berhasil memancing saya untuk berpikir.

Termasuk juga yang ini. Saya sampai harus mencari tau apa itu teorema dan siapa itu Mendel, agar dapat mengerti maksud dari puisi ini.

Komentar saya :

Istilah dari bahasa latin dikemas dalam sebuah estetika puisi. Ini mantap, Pak.

*

Tak Ada Gading yang Tak Retak /ishfah7

Kang Fahmi menceritakan kronologi perubahan persepsi dari seorang manusia. Bagaimana konsep pemikiran seorang anak kecil, lalu beranjak remaja kemudian sampai sekarang ini.

Yang saya tangkap di sini adalah bagaimana pemahaman diri mengenai makna dari sebuah kesempurnaan. Sebuah postingan yang dalam dan sangat filosofis.

Komentar saya :

“Semua ciptaan Tuhan itu indah, bahkan pada sesuatu yang kita anggap cacat seperti retakan gading gajah. Gading justru indah karena ada retakannya. Jika mulus itu bukan gading tetapi akrilik.”

This is deep, Kang!

*

We Mai, Yuk Belajar Makna Sastra Bekerja serta Berumah Tangga / nunabaper

Wow! Tulisan ini sempat tayang pada sebuah media cetak. Bukan hanya itu, penulis juga mencoba berbagi bagaimana konsep pengabdian dari sebuah sudut pandang yang baru, kalau bagi saya pribadi.

Saya setuju bahwa tujuan hidup adalah untuk moksa. Tentunya dengan implementasi yang berbeda, sesuai dengan jalan hidup yang telah ditakdirkan.

Komentar saya :

Wah Gek Diah. Sering-sering dong menulis bahasan yang seperti ini. Tjakep banget ! πŸ™

*

Tak Terucap /ReinaFebryana

Berbincang dengan diri sendiri itu keliru jika distigmakan sebagai gangguan kejiwaan. Berbincang dengan diri sendiri justru sangat menyehatkan, baik secara rohani atau juga jasmani.

Kak Reina menggambarkannya dengan indah. Diam yang tidak sunyi. Bersikap pasrah, bukan menyerah.

Komentar saya :

Tjakep ini Kak!

*

6 Tahun Tinggal di Daerah yang Berjuluk Negeri 1000 Bukit / MasTasim

Sebuah petualangan seru dibagikan oleh Mas Tasim di sini. 6 tahun hidup di sebuah kabupaten muda, propinsi paling barat di Indonesia.

Ada yang sangat menggelitik dari pengalaman penulis . Yang mana pada tahun pertama merasa seperti wisatawan, lalu pada tahun berikutnya berubah rasa menjadi seperti seorang tahanan politik. Hehe…

Komentar saya :

Pertanyaan saya Mas, seberapa sering merindukan Gayo Lues setelah sekarang kembali menetap di Jawa?

*

Belajar Online Tata Nama Senyawa Kimia /Hani Septiana

Blog ini digunakan dengan kreatif oleh penulisnya sebagai sarana beradaptasi dalam masa pandemi seperti ini. Seperti postingan ini, Ibu Hani membagikan materi mengenai tata nama senyawa kimia untuk para anak didiknya.

Apa teman-teman Ikatan Kata masih ingat dengan nama-nama senyawa kimia yang ada? Saya sih sudah pasti nyerah.

Komentar saya :

Salut Bu! Semoga pandemi ini lekas usai.
Salam kenal ya, Bu…

*

Kita yang Pertama Kali / AksaraRamadhani

4 bait yang ditulis dengan terampil. Saya agak ragu untuk menterjemahkannya sendiri, karena biasanya yang tersurat akan berbeda dengan yang tersirat.

Yang jelas sepengetahuan saya, obrolan panjang di malam hari memang akan cenderung sangat khusuk, apalagi kalau sampai lewat jam tiga pagi.

Komentar saya :

β€œAku adalah yang kamu lihat hari ini dan akan kamu kenang sampai mati,”

Ini pasti kata-kata dari Kak Seto. Beliau kan abadi. Hehe…

*

Jangan Berharap pada Orang Lain / IlhamAryaSusanto

Tulisan yang sangat keren. Dulu saya pernah belajar mengenai hal ini dari buku yang ditulis oleh Dale Carnegie. Sekarang, saya kembali dapat mempelajarinya lewat materi yang ditulis oleh Wak Ilham.

Penulis pun dengan cerdas membahasnya lewat contoh kasus yang telah benar-benar terjadi. Masih ingat dengan semboyan terkenal yang sempat diucapkan Bung Karno?

Jasmerah, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah.

Komentar saya:

Lewat tulisan ini, saya jadi teringat dengan politik luar negeri yang dilakukan oleh Singapura.

Ini keren, Wak!

*

Puisi Pagi 2 / KetikaDuduk

Seorang lagi penyair yang tergabung dalam komunitas ini. Mas Dimas seorang penyair asal kota Kudus, Jawa Tengah.

Saat saya membaca Puisi Pagi ini, saya menangkap bagaimana pentingnya untuk terdiam, menunggu waktu untuk berkonsesi sendiri. Kita tinggal menikmati sebuah moment yang mungkin saja jauh lebih baik daripada harus tergesa-gesa.

Komentar saya :

Saya sangat suka dengan analogi metamorfosa yang ditampilkan di sini.
Tjakep!

*

Sederhana yang Uwu Banget / AinunRay

Sampai tadi, saya tidak mengerti arti dari kata uwu itu apa. Tapi sepertinya, setelah membaca postingan ini, mungkin artinya adalah wow banget. Tolong benarkan jika pendapat saya ini salah. Hehe…

Penulis menggambarkan sebuah pengabdian seorang manusia terhadap lingkungan dan sesamanya. Orang-orang seperti Pak Adi inilah, yang menjadi latar belakang pemikiran Seneca saat mencetuskan Homo Homini Socius.

Komentar saya :

Saya sendiri masih percaya, jika orang seperti Pak Adi ini masih banyak jumlahnya, baik di kota maupun di desa. Tapi sayang, kisah-kisah mereka seringkali ‘luput’ dari perhatian media.

Terima kasih telah menuliskan kisah mengenai Pak Adi ini.

*

QA with Kak Ranty, Seputar Zero Wate Lifestyle /AnythingFrida

Nah, seharusnya artikel seperti ini yang sebaiknya diviralkan dalam lalu-lintas sosial media. Mengenai gaya hidup yang pastinya akan menyehatkan bumi kita berikut penghuninya.

Pembahasannya pun tidak main-main, penulis menggandeng seorang narasumber yang merupakan pelaku Zero Waste Lifestyle dan mengemasnya dalam bentuk sesi tanya jawab.

Gaya hidup ini memang tidak mudah, tapi saya ingin mengutip sebuah kalimat dari postingan ini.

“Aku memilih untuk melakukan apa yang sekiranya bisa aku lakukan, seperti mulai mengurangi sampah, mengelolanya dan melakukan hal apa saja yang dapat membuat siklus alam terus hidup. Bergerak!”

Komentar saya :

Zero Waste Lifestyle ini mulai saya kenal dari musisi Nugie. Lewat artikel ini, saya jadi lebih paham lagi. Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin.

Terima kasih untuk postingannya!

*

Egoisku / KedaiReisha

Walau judulnya begitu, tapi postingan ini punya sentuhan spiritual yang kental. Mungkin saya salah, tapi itu yang saya rasa ketika membaca kalimat demi kalimatnya.

Penulis dengan indah memilih setiap katanya menjadi sebuah alur yang tenang. Meski sebenarnya ada sebuah pergulatan di sini.

Komentar saya :

Ini tjakep, Kak!

*

Mungkin Sebentar Lagi / CeritaDianpur

Wah, kalau yang ini tentang sebuah penantian. Siapa coba yang tidak pernah merasakannya. Menunggu memang akan membosankan, tapi menanti adalah sebuah pengharapan.

Kak Dian membangun puisi ini dengan 4 bait yang saling berbeda interpretasi. Kemudian ketika sudah digabungkan, berhasil menjadi sebuah kesatuan makna yang dalam.

Komentar saya :

Selalu asyik memang, membaca sebuah puisi yang bertemakan penantian.
Keren Kak!

*

When I’m Confused / deihat

Dari kalimat pertamanya, penulis sudah menuturkan bahwa tulisan ini sebagai sebuah reminder dan sarana untuk berbincang dengan dirinya sendiri.

Sepertinya sangat pribadi, jadi akan lebih bijak jika saya tidak terlalu banyak berpendapat di sini.

Komentar saya :

Well, if an advice could help. My big lesson in life, is never be scared of anyone or anything.

*

Jadi yang dapat saya simpulkan kali ini, ternyata seluruh anggota dari Komunitas Ikatan Kata mempunyai kemampuan menulis yang di atas rata-rata. Kemajemukan tema dan gaya kepenulisan membuat kegiatan blogwalking jadi terasa menyenangkan.

Silakan saja kunjungi blog masing-masing anggota jika masih kurang percaya. 😊

*
Terima kasih telah membaca. Mohon maaf jika ada kekeliruan persepsi. Sehat selalu bagi kawan-kawan semua dan keluarga.

C’est Tout!

By Rakha

Percaya pada Surealisme | Pekerja Industri Kreatif | Kopites | Belum Pernah ke Dokter Gigi | Art Enthusiast | Tim Bubur Ayam Tidak Diaduk | segigitabiru@gmail.com

19 replies on “Homo Homini Socius”

Sumpah,,, aku menyesal telah membaca tulisan ini.
Kupingku naik dan susah diturunkan πŸ˜€πŸ˜€πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ€­
Btw, keren tulisannya, lengkap dan jelas.
Aku suka cara #ketik8 yang begini, karena aku juga kemarin rada2 begini ,,,eh …🀭

Liked by 1 person

Keren ulasan Blogwalkingnya.

Blogwalking itu menurutku identik dengan silaturahmi. Dengannya kita bisa saling kenal dan mempererat silaturahmi. Rejekinya, kita bisa saling berbagi apa saja, pengalaman, cara pandang baru, dll.

Setuju bahwa komunitas IK sangat beragam (majemuk). Banyak warna seperti pelangi. Smg kemajemukan ini membuat persahabatan di grup ini terasa indah.

Nice, Rakha.
Thxs.
πŸ‘πŸ™πŸ˜ƒ

Liked by 2 people

Benar Mas. Saya banyak baca pendapat bloger lama yang merasa blogwalking yang sekarang lebih ke ‘penarik’ follower dan like saja.

Tidak salah memang, tapi kehilangan esensi yang sebenarnya.

Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s