Hobi Menulis

Aku menulis karena ingin mengeluarkan semua hal yang ada di dalam pikiran. Entah itu pendapat, keinginan, keresahan atau suatu hal yang aku ketahui/kuasai lalu aku bagikan ilmunya.

Menulis adalah tentang bicara jujur terhadap diri sendiri yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Menulis adalah ramuan kata-kata yang berada di dalam wadah otak. Adonannya berupa ilmu, pengalaman dan harapan. Saat kamu menulis maka kamu akan masuk ke dalam duniamu sendiri. Entah itu dunia fiksi atau non-fiksi.

Ada perbedaan antara menulis fiksi dan non-fiksi. Ketika kamu menulis cerita fiksi atau khayalan maka kamu bebas menuliskan apapun yang kamu mau. Kamu tidak punya batasan selain imajinasimu sendiri. Hal-hal yang tidak mungkin ada di dunia nyata dapat kamu wujudkan dalam dunia fiksi. Kamu akan merasa seperti Tuhan yang dapat melakukan apa saja.

Lain halnya dengan menulis cerita non-fiksi alias cerita asli yang berdasarkan fakta dan kejadian. Kamu harus berusaha keras mengumpulkan semua data penunjang dan pendukung ceritamu secara detil, lengkap, utuh dan dapat dipertanggungjawabkan. Terkadang kamu akan menemui atau bahkan menyadari bahwa kamu hanyalah seorang manusia yang tidak bisa lepas dari takdir yang telah ditulis oleh Tuhan. Kamu akan tahu bahwa Tuhan-lah yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu.

Aku juga menulis karena menulis merupakan salah satu hobi yang sedari dulu aku tekuni.Sejak dari SMA (Sekolah Menengah Atas), hobi ini mulai muncul ke permukaan. Dulu aku menulis di kertas garis-garis yang ada bolongan di tengahnya. Pada saat itu dinamakan binder.

Lanjut ke masa kuliah, barulah blog Ishfah Seven dibuat. Dan terus aku rawat hingga sekarang. Menjadi seorang penulis merupakan cita-cita sejak dulu. Saat ini memang belum ada buku yang berhasil ditelurkan. Namun berkat adanya blog, hobi menulisku masih bisa disalurkan.

Sebagai manusia, kita membutuhkan hobi untuk menyalurkan energi dan kreasi yang bersemayam di dalam diri. Hobi diperlukan agar mampu mengasah kemampuan motorik, visual, daya tangkap otak dan refleks tubuh.

Bermain basket, sepak bola atau lari maraton bisa melatih otot-ototmu menjadi lebih kuat dan kebugaran tubuh pun menjadi terjaga. Bermain alat musik berguna untuk mengekspresikan diri dan menghilangkan stres. Alunan nada-nada yang indah dan lirik-lirik lagu romantis bisa membuatmu tenang dan nyaman.

Bicara hobi, tidak hanya tentang olahraga fisik atau otak. Ada banyak macam hobi yang bisa kamu pelajari dan tekuni. Lakukanlah hobi yang sesuai dengan minat dan kecintaanmu terhadap sesuatu agar suatu saat nanti semua itu bisa menjelma menjadi sebuah kemampuan atau skill. Seseorang yang mempunyai satu kemampuan dan menguasainya, jauh lebih baik daripada orang yang bisa dan tahu banyak hal tetapi tidak menguasai satu keahlian apapun.

Kita boleh saja belajar banyak hal untuk mengetahui kemampuan dan hobi yang sesuai. Seperti belajar memasak, menjahit, berenang, main drum, filateli atau apapun itu. Lalu, setelah mengetahui mana hobi yang cocok, maka tahap selanjutnya adalah melatihnya setiap hari.

Menurutku, setiap orang minimal harus memiliki satu hobi. Karena disadari atau tidak, hobi bisa membawamu kepada dunia lain. Yup, benar sekali. Saat seseorang fokus kepada hobinya, semua masalah yang sedang ia hadapi seolah-olah hilang dan tidak terus-menerus menempel di dirinya. Menjadi lupa karena alasan ini, aku rasa penting dan menjadi kebutuhan setiap orang. Tentunya, sebagai orang yang sudah dewasa, kita memiliki batasan dan rambu-rambu yang harus kita patuhi seperti kewajiban menunaikan ibadah setiap hari yang tidak boleh dilupakan. Dan karena hobi menulis itu pula aku membuat blog, menulisnya secara rutin bahkan membentuk sebuah komunitas bloger.

9 thoughts on “Hobi Menulis

  1. Sangat setuju sekali dengan pernyataan ini, “Menulis adalah tentang bicara jujur terhadap diri sendiri..”.
    Saya pun demikian, Kak. Saya melihat bahwa menulis adalah aktivitas yang jujur, terutama dengan diri sendiri. Kita bisa saya membohongi orang lain dengan tulisan-tulisan yang kita terbitkan, atau memanipulasi pembaca ketika kita menulis tentang cerita nonfiksi misalkan. Tapi, kita tidak pernah bisa membohongi diri sendiri ketika aktivitas menulis itu kita kerjakan.

    Ngomong-ngomong saya sudah lama tidak menulis dan tidak menerbitkan tulisan ini hahahaha. Rasanya kosong dan layu.

    Like

    1. Saat tak ada ide, artinya seseorang harus istirahat. Tak mau menulis karena diri sedang fokus kepada hal lain.

      Satu tips buat Ayu agar bisa selalu menulis setiap hari adalah dengan menjawab salah satu (atau semua) pertanyaan ini.

      1. Hari ini apa saja yang sudah kulakukan?
      2. Apa yang aku rasakan sekarang?
      3. Ada gak sih hal-hal yang sekiranya aku tahu dan kalau aku share maka orang lain akan terbantu?
      4. Apa yang sedang terjadi di masyarakat?
      5. Berita viral apa yang aku bisa ikut serta sampaikan pendapat tentangnya?

      Lalu jawablah pertanyaan itu dengan menuliskannya dalam sebuah pos.

      Dan tips lain untuk Ayu adalah cobalah menulis pos yang pendek-pendek. Pos pendek tapi menggigit dan selalu ada setiap hari akan dicari dan ditunggu oleh pembaca. Kalaupun mau menulis pos panjang tetap lakukan seperti yang sudah Ayu lakukan selama ini yaitu seminggu sekali.

      Liked by 1 person

      1. Terima kasih atas tips-nya, Kak.

        Sangat menginspirasi!

        Ia, sebenarnya Ayu banyak terlibat dalam kegiatan tulis menulis akhir-akhir ini, tapi memang bukan untuk keperluan publish di blog. Semoga bisa terus konsisten menulis ya, Kak. Mana peer #ketik masih banyak pula hahaha.

        Soal menulis, Ayu lebih menitikberatkan pada unsur “bermanfaat”-nya. Panjang atau pendek tulisan yang Ayu publish, Ayu selalu berharap kebermanfaatan adalah nilai utama yang bisa Ayu panen.

        Sekali lagi, terima kasih ya Kak.

        Like

Comments are closed.