Categories
KETIK

Kata Preposisi dalam Sinopsis “Diari Suara Julia dan Binar”

Dua, tiga nyolong buah

Halo semuaahh!

 

Hahaha.. Jangan ditiru ya pantun di atas. Emang kelihatan banget ya nggak jago berpantun. Ya sudahlah ya, lagipula di pos ini aku bukan mau membahas soal pantun, kok. Tapi soal lain.

Terakhir kali, kalau tidak salah ingat, aku baru mengerjakan sampai Ketik 5. Oke. Berarti sekarang gilirannya Ketik 6.

Untuk Ketik 6 ini, aku dapat kesempatan untuk memberikan contoh-contoh kata preposisi. Aku sangat mengerti dan mendukung niat serta maksud dari diadakannya Ketik 6 ini.

Memang, banyak penulis yang masih abai dengan kata preposisi. Termasuk aku, apalagi kalau lagi nggak niat nulis. Eeeheheh.. Padahal kalau ini diabaikan, satu kalimat bisa bermakna ambigu karena penulisan kata preposisi yang kurang tepat. Nah, loh.

Aku juga sempat lihat tulisan Ketik 6 yang ditulis oleh teman-teman Ikatan Kata yang lainnya dan terkagum-kagum karena isinya sudah bagus dan lengkap semua. Pilihan kalimatnya pun beragam dan unik-unik. Aku juga nggak mau kalah. Ehee.. (anaknya agak kompetitif, memang)

Selama proses nulis Ketik 6 ini, aku sempat ngide untuk nulis satu cerpen singkat buat dijadikan objeknya. Tapi berhubung cerpennya nggak ada, alhasil aku bawa aja sinopsis Diari Suara Julia dan Binar.

Ini adalah proyek story telling podcast-ku untuk platform Spotify. Baru aja jalan satu episode minggu kemarin. Heheh..

Cara mengidentifikasikan jenis kata preposisi pada sinopsis yang aku lampirkan di bawah ini adalah dengan cara menggolongkan contoh kata berdasarkan jenisnya. Untuk keterangan warnanya, bisa dilihat di bagian keterangan setelah sinopsis.

Langsung aja yuk kita bedah sinopsisnya, kira-kira kita bakal menemukan kata preposisi apa aja, yaa?

 

SINOPSIS

Julia sudah punya kekasih lagi untuk kedua kali.” Walaupun ia akan punya karir yang cemerlang di masa depan, tapi ia seringkali masih terbayang sosok Reno, seseorang di masa lalu.

Tak ada yang pernah mengira ia akan dipertemukan lagi dengan Reno saat mereka secara tidak sengaja berada di satu proyek pekerjaan yang membuat mereka menjadi satu tim dan akhirnya benih-benih itu tumbuh kembali.

Namun, Julia harus menelan kenyataan pahit ketika tahu bahwa Reno sudah bertunangan dengan seorang perempuan yang jauh lebih cantik serta pintar darinya. Julia yang kalut dengan perasaannya memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan kekasihnya yang ia anggap terlalu baik.

Julia secara terang-terangan menceritakan kepada sang kekasih bahwa ia masih terbayang dengan mantannya tapi sang kekasih malah hanya menenangkannya dan yakin bahwa Julia pasti bisa melupakan mantannya itu.

Hingga akhirnya kekasih Julia menangkap basah Julia sedang berciuman dengan Reno di depan kantor Julia. Ketidaksengajaan itu menamparnya, tapi ia berusaha tetap tenang dan memutuskan untuk pulang.

Suatu hari Julia pergi menemui sang kekasih dan mengakui kesalahannya. Sambil tertunduk malu, Julia meminta maaf kepadanya dan mengakhiri hubungan itu secara sepihak.

Namun, sang kekasih menolak dan berkata bahwa ia menganggap kejadian kemarin itu tak pernah ada. Julia berkeras hati ingin tetap putus hingga tak sengaja menyentak kekasihnya.

Sentakan itu berhasil membuat sang kekasih terkejut dan diam seribu bahasa. Ia hanya bisa melihat punggung Julia yang semakin jauh meninggalkan dirinya dan hatinya yang pecah berkeping-keping.

***

“Binar akan tetap bertemu lagi dengan Alan di masa depan.” Setelah menjomblo seumur hidupnya, akhirnya ada lelaki yang menyatakan perasaan padanya. Siapa sangka jika lelaki itu adalah Alan, teman masa kuliahnya.

Alan dan Binar adalah tipe yang ulet dalam belajar sehingga rasanya tak ada waktu untuk berpacar-pacaran. Meski kadang tak bisa dipungkiri, mereka berdua pun rindu akan kehadiran seorang terkasih.

Alan pernah satu kali menjalin hubungan dengan seorang wanita selepas kuliah. Sayangnya, hubungan itu kandas karena sang wanita muak dengan Alan yang selalu sibuk mencari lowongan kerja dan tak pernah menaruh perhatian padanya.

Mendengar cerita dari Alan membuat Binar juga ikut bersedih. Kisah Alan persis seperti kisah dirinya sendiri yang sama-sama menyibukkan diri pada karir. Ditambah lagi tuntutan dari orang tua yang memintanya untuk segera menikah juga membuat Binar tertekan.

Solusi terbaik yang ada dalam pikirannya kini adalah Alan. Berbagai cara Binar lakukan untuk melempar kode kepada Alan tentang perasaannya tapi kelihatannya tidak berhasil. Sampai-sampai ia curhat kepada Julia dan meminta pendapatnya ketika jam istirahat kantor tiba.

Meskipun Alan terlihat tak juga menyadari hal itu, tapi Binar tetap mati-matian mencari cara dan berusaha memikat Alan. Namun, siapa sangka,  justru ketika Binar sudah sampai pada titik hendak menyerah, Alan justru menyatakan perasaannya di saat yang tak pernah Binar sangka bahkan bisa dibilang memalukan.

Binar seperti tak menyangka, inikah jawaban atas doa yang ia panjatkan kepada-Nya kemarin malam? Kalau memang benar, Binar rasa ini terlalu cepat untuk menjadi nyata.

 

 

 

 

Keterangan:

  • di yang disambung (sebagai kata kerja pasif)
  • di yang dipisah (untuk menunjukkan arah atau tempat)
  • ke yang disambung (sebagai kata kerja atau kuantitas)
  • ke yang dipisah (untuk menunjukkan arah atau tempat)
  • ke- (untuk menyatakan nomor urut)
  • pun yang disambung (untuk menyatakan penegasan)
  • pun yang dipisah (untuk menyatakan juga atau saja)
  • nya yang disambung (untuk menyatakan kepemilikan orang ketiga atau menunjukkan sesuatu)
  • nya yang dipisah (untuk menyatakan kepemilikan Tuhan)

 

Nah, itu dia tadi contoh-contohnya. Gimana? Kalau ada yang keliru, dengan senang hati aku akan mendengarkan masukannya. Ohiya, tips dari aku aja nih, buat temen-temen penulis, supaya tidak merasa terpaksa dalam menulis kata preposisi yang benar, temen-temen juga harus membiasakan menulis kata preposisi yang benar dalam berkirim pesan.

Walaupun kelihatannya sepele, tapi percaya deh, kalau kebiasaan buruk dilakukan dalam waktu yang lama, maka kebiasaan menulis seperti itu akan susah dihilangkan. Dan jika suatu hari nanti temen-temen menelurkan sebuah karya berupa buku, bukan tidak mungkin jika nantinya tulisan temen-temen bakal banyak sekali typo-nya dan mungkin bakal dicap oleh sang Editor buku sebagai penulis bertypo.

Hiii, tentu nggak mau kan disebut seperti ini? Makanya itu, dari sekarang, biasakan menulis atau berkirim pesan singkat (entah SMS, LineKakao Talk, WhatsApp, dsb) dengan penulisan yang baik. Bukan formal loh, ya.

Oke. Segitu aja, deh. Kutunggu kritik dan masukannya, ya!^^

By Deyo

Start to write, start to work!

7 replies on “Kata Preposisi dalam Sinopsis “Diari Suara Julia dan Binar””

Nice, Deyo. Welcome back.

Kalau dalam bahasa Indonesia sih harusnya ‘proyek’ ya bukan ‘projek’.

Dan ada satu kata yang kurang huruf dalam, “untuk engakhiri.” Kurang M.

Tipsnya kece badai. Kita harus membiasakan diri kan agar menulis rapi.

Sukses untuk spotifynya. Share dong linknya di WAG Ikatan Kata

Like

Iya betul mas, dulu aku juga nulisnya ‘proyek’. Tapi kalau ‘proyek’ tuh identik sm pembangunan gedung gitu kalau di kepalaku hahaha.. tapi terima kasih ya koreksinya mas. Edited~

Wah baru episode 1 mas. Nanti aja ya di postingan selanjutnyaa.. atau kalau nggak, aku pasti bakal bikin postingan khusus bahas story telling podcast itu di blogku mas. Asalkan jangan di grup deh, soalnya kontennya belum rame. Heuheu..

Like

Kenapa gak ditulis project (tali dicetak miring). Itu lebih oke menurutku.

Btw kata yg pas itu POS bukan POSTINGAN. Itu sih yang aku pelajari dari Daeng Krisna Pabichara.

Oh gitu, yaudah nanti aku blogwalking ke blog deyo utk baca posnya

Like

Hmm, kayaknya kalau dalam hal ini, lebih baik ‘proyek’ aja, mas. It’s okay. Aku lebih suka pakai bahasa Indonesia daripada campur aduk, sebenarnya.

Nah, menarik. Ini juga bisa ambigu. Kalau kita sebut ‘pos’ aja, orang awam bisa nangkepnya sebagai ‘kiriman paket’ karena identik sama ‘Pos Indonesia’. Itu pikiranku dulu sih.
Tapi memang lebih baik disunting jadi ‘pos’.

Makasih lagi, Maaas. hehehe

Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s