WAKTU

Nyatanya, dia pergi
seperti Januari ke Februari
mereka juga pergi dan berlalu
namun, hari ini, dia kembali dalam mimpiku,
mimpi yang sembunyi pada kisi-kisi
putus asa semalam dan harapan esok hari
ia kembali menjelma April ini, dalam mimpi
setelah bersepatu dan merajah tanah dengan jejak sejarah

Dari beranda, ada hari-hari dari Maretku; Maret kita
bagai daun-daun ungu
gugur satu-satu
dari hidupku; hidup kita juga
“Nikmatilah hari ini, Sayang, nikmati keindahannya.”

(Jepara, 10 April 2020)

7 thoughts on “WAKTU

Comments are closed.