Empat Huruf Legendaris Bagian II

Bagian I ada di sini.

Mulanya, saya mau mengedit tulisan mengenai MBTI sebelumnya. Tetapi kalau dipikir-pikir, tulisan ini memang sebaiknya dipecah jadi dua bagian karena artikel yang kepanjangan dan enggak penting-penting amat kayak begini pasti malah bikin malas dan cepat bosan ketika dibaca.

Dari sini juga saya mau bilang, kalau info ini adalah info yang sangat remeh dan betul-betul enggak penting. Sekadar intermezzo boleh kali, ya? Tadinya, saya bahkan sempat merasa ragu, sebaiknya saya tulis di sini atau blog pribadi. Pasalnya, selain karena remeh, tulisan ini bukan dalam rangka memenuhi KETIK, tetapi merupakan lanjutan dari KETIK yang pernah saya pos ke sini. Syukurlah, setelah bertanya pada Kang Fahmi, beliau memperkenankan saya untuk menyampah di sini.

Di bawah ini adalah informasi yang saya dapatkan lama setelah merampungkan tulisan sebelumnya. Jadi, enggak sempat saya taruh dalam tulisan yang saya publikasikan Januari silam. Ya ampun, setelah kilas balik, kok, sudah lama juga, ya. Perasaan baru kemarin saya begadang buat ngetik. Lol.

Empat Set Bayangan

Pada pembahasan lalu, saya telah mengupas soal kunci kognitif Se-Te-Ne-Fe-Si-Ti-Ni-Fi itu, dan menerangkan bahwa, manusia, umumnya punya delapan buah kemampuan tersebut secara keseluruhan. Hanya saja, masing-masing tipe memiliki urutan yang berbeda, tergantung dari consciousness dan preferensi yang berlainan, sehingga kadar penggunaan dan penempatannya pada kondisi sehari-hari pun turut berbeda pula.

Tetapi pada tulisan sebelumnya, saya cuma membahas urutan empat set awal saja, ‘kan? Nah, kali ini saya bakalan memberi urutan selanjutnya, dari lima sampai delapan, atau yang lebih dikenal sebagai ‘Set Bayangan (Shadow Set)’ yang biasanya muncul secara tidak sadar, dan cuma sebagai pendukung Set Utama sebelumnya.

5. Switch/5th, meh.
6. Id/6th, terkuat setelah dominan (1st), bahkan melampaui auxiliary/ sekunder, sebagai kemampuan yang berjalan di alam bawah sadar.
7. Superego/7th, terlemah setelah inferior.
8. Twin/8th, tugasnya berjalan di latar belakang, bebas di bawah sadar.

(Id and superego … seems familiar, right? Mirip struktur kepribadian triganda manusia ala Sigmund Freud, ya? Yang terdiri dari tiga komponen yaitu, Id, Ego dan Superego).

Bagaimana polanya? Polanya sama saja. Jika sebelumnya, yang kamu dapatkan adalah Si-Fe-Ti-Ne, maka yang mengikuti dari urutan kelima adalah Se-Fi-Te-Ni. Nah, misalnya set utama untuk ISFJ adalah Si-Fe-Ti-Ne, maka set bayangan untuk ISFJ adalah Se-Fi-Te-Ni, yang notabene juga adalah set utama untuk ESFP, dengan Fe id/ Ti superego untuk ENFP/ESFP, dan Ni twin untuk ISTJ.

Mengapa arketipe bayangan ini seringkali tidak dimasukkan dalam kebanyakan situs atau artikel MBTI? Jawabannya adalah, karena Set Utama saja tidak semua orang mampu menggunakannya secara optimal. Jangankan digunakan, dikenal saja enggak. Tidak semua orang mempelajari MBTI buat lebih mengenali dan mengembangkan kemampuan diri. Kebanyakan cuma ikut-ikutan tren, mau mengkotak-kotakkan dirinya dalam golongan tertentu seperti, ‘Eh, gue introver, lho! Introver tuh blablabla…‘, atau bahkan, mengklaim IQ superior. LMAO.

Dasar Paket Manusia™ dalam Memahami MBTI

Sebagaimana yang sudah saya sampaikan pada edisi pertama, dasar MBTI bersumber dari tipe kepribadian Jungian. Kali ini saya menambahkan, bahwa sebetulnya ada dua posisi MBTI. Selain 16 Personalities (16p)/ Big Five/ Kiersey/ NERIS dengan 4 kunci Jungian dalam satu Set Utama yang sudah saya usut panjang-lebar dari pos sebelumnya sampai poin di atas, ada lagi posisi yang lebih kompleks dari itu, yakni Paket Manusia.

Satu hal yang paling penting dari MBTI itu sendiri, yang juga sering disalahmaknai oleh kebanyakan orang adalah, MBTI merupakan runutan fungsi kognitif yang pada dasarnya merupakan bawaan lahir/ nature. Tetapi kita semua tahu bahwa, jika saya ISFJ, bukan berarti saya sama dengan ISFJ-ISFJ lainnya di dunia ini yang jumlahnya mencapai puluhan persen dari populasi seisi dunia, alias merupakan salah satu tipe paling mainstream sejagad raya. Maka dari itu, dalam Paket Manusia, MBTI diakui hanya sebagai salah satu yang membentuk karakter manusia, bukan satu-satunya. Masih ada lagi faktor lainnya.

Enneagram, misalnya. Pada pos sebelumnya, saya sempat menyinggung nama Enneagram sebagai salah satu tes tipologi serupa MBTI dan Hippocrates. Nah, posisi Enneagram di sini adalah sebagai pelengkap MBTI. Jika MBTI merupakan bawaan lahir, Enneagram adalah bentukan lingkungan/ emosi/ nurture untuk melengkapi MBTI/ Jungian sebagai paket manusia seutuhnya.

Setiap orang pasti melalui masa lalu dalam berbagai fase (masa kecil, praremaja, remaja, dewasa, paruh baya, dan tua), keinginan dan ketakutan yang menjadi dorongan untuk berkembang selama hidupnya, dan kesemuanya berbeda-beda antara satu individu dengan individu lainnya. Itu juga berpengaruh dalam membentuk kepribadian manusia.

Ini yang membuat manusia menjadi makhluk yang kompleks. Jadi, keberadaan MBTI bukan untuk mengkotak-kotakkan manusia demi menjadikan manusia yang satu sama dengan manusia lain yang punya tipologi serupa. Ada bias memori dalam verifikasi memori masa lalu untuk mengenal siapa diri kita. Makanya diperlukan pula verifikasi pribadi dan orang terdekat yang sudah cukup lama paham siapa kita, untuk bisa mengenal diri kita sendiri.

Belum lagi isu mental yang harus bisa dibedakan dan dihubungkan berdasarkan sebab-akibat, itu pun dengan self-awareness dan bantuan eksternal. Pola LoOp, grip, dan shadow dari MBTI, disintegrasi dan poin stress/ growth dari Enneagram, …, semuanya bisa datang dan pergi, tetapi belum tentu dengan isu mental. Kesalahan penanganan dalam proses perkembangan psikososial, kejadian traumatis, ketakutan terhadap sesuatu, dan lain-lain juga turut berkontribusi dalam membentuk karakter seorang individu.

Ada pula yang masih menganggap tipe MBTI seseorang terintegrasi dengan kecerdasan manusia. Maka di sini, saya mau bilang, MBTI tidak ada hubungannya dengan IQ, wahai so-called fans MBTI yang termakan habis oleh shitpost dan bias 16 Personalities atau bahkan psikologi itu sendiri. Perasa baperan? Pemikir dingin? Supremasi introver? Ekstrover dangkal? Sensoris demen mabuk miras oplosan? Intuitif peramal dengan 300 IQ yang bisa memuntahkan pelangi? Apa lagi, ya? Masih banyak lagi dugaan konyol lain tentang dikotomi indikator MBTI yang cukup untuk bikin ketawa sampai sakit perut.

Bisakah Tipe MBTI Seseorang Berubah?

Saya sempat terkena demam ini beberapa tahun silam, sampai akhirnya saya bertanya pada seorang teman yang notabene mahasiswa psikologi.

“Apakah MBTI bisa berubah?”

Jika diingat lagi bahwa saya pernah menanyakan ini, saya malu separuh mampus.

Rupanya kasus misstype seperti ini lumrah sekali berlangsung. Bukan cuma saya. Adam Grant Ph.D., seorang psikolog, si penulis artikel ini, yang mengaku bahwa beliau adalah mantan INTJ dan jadi ESFP dalam kurun beberapa bulan kemudian. What the …?

Hohoho …. Tidak semudah itu, Fergusso. Taruhan, deh. Mungkin Om Grant pun ikut termakan bias MBTI 16p itu sendiri.

Jika Teman-teman mengeklik tautan yang saya sertakan itu, Teman-teman bakal melihat banyak komentator di kolom artikel tersebut, yang mencoba meluruskan kesimpulan beliau. Om Grant sama sekali tidak menyebutkan teori Jungian, shadow, apalagi Enneagram. Hanya NERIS, itu pun loop dan grip tidak turut beliau sertakan. Sederhananya nih, dalam MBTI, untuk kasus beliau, INTJ jatuh ke dalam Se grip, beraksi terbalik sebagai ESFP yang kurang sehat. Jadi, masih terlalu sederhana pemahamannya untuk sampai pada kesimpulan bahwa beliau mengalami perubahan dari INTJ menjadi ESFP. Bisa saja sedari awal beliau memang misstyped. Bisa saja beliau salah mengisi kuisioner dalam mood yang tidak stabil.

Kembali ke poin-poin yang saya ketik di atas, manusia itu dinamis. Bahkan hingga napas terakhir, kita masih belajar. Masih banyak faktor yang bisa mengubah kepribadian kita, dan masih banyak variabel-variabel yang harus bisa dibedakan dan dihubungkan untuk memahami siapa kita dan orang-orang terdekat kita sebenarnya.

Jadi, apakah MBTI bisa berubah?

Jawabannya: bisa jika dari awal kamu salah mengira dirimu tipe anu, dan kamu sadar bahwa tipemu ternyata adalah tipe onoh kemudian. Sebagaimana saya yang dulu sempat mengira diri saya sebagai seorang ISTP, ISFP, ISTJ, bahkan INTJ karena termakan bias 16p, sebelum belajar lebih dalam tentang pola kognitifnya.

Namun, jika sejak semula kamu tahu tentang itu, mengerti tentang pola bayangan, dan memahami bahwa MBTI bukan satu-satunya yang memengaruhi kepribadianmu, maka kamu akan ketemu fakta bahwa kamu yakin akan tipe yang manakah dirimu, tanpa termakan bias-bias kepribadian yang konyol.

Terus, apakah MBTI benar-benar ilmiah, atau cuma sebatas pseudosains?

MBTI enggak ada bedanya dengan Hippocrates, Five Personalities, atau Enneagram, kok. Memang, pengembang lima huruf itu cuma seorang ibu dan putrinya yang enggak punya latar belakang psikologi, tetapi toh mereka cuma menyederhanakan dasar yang disusun oleh seorang ahli psikotipologi ternama, Carl Jung, sama seperti David Kiersey. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap mayoritas dari psikologi itu pseudosains. Kenapa? Ya karena enggak ada dasar teorinya. Nih, saya salinkan langsung dari American Psychologycal Association.

Pseudoscience

n. a system of theories and methods that has some resemblance to a genuine science but that cannot be considered such. Examples include astrology, numerology, and esoteric magic. Various criteria for distinguishing pseudosciences from true sciences have been proposed, one of the most influential being that of falsifiability. On this basis, certain approaches to psychology and psychoanalysis have sometimes been criticized as pseudoscientific, as they involve theories or other constructs that cannot be directly or definitively tested by observation (see prediction; risky prediction). See also parapsychology. —pseudoscientific adj.

MBTI bukan ramalan, kok. Kalau dibilang pseudosains, ya … maybe. Karena sebagian pendekatan psikologi saja dibilang pseudosains. Tetapi, MBTI masih lebih mending daripada kepribadian golongan darah yang kelewat konyol itu. A rapi, B berantakan, O biasa banget, AB luar biasa banget? Ya amplooop.

Kemudian, apakah MBTI itu penting?

Jawabannya tergantung tujuanmu mempelajari tipologi.

Maka, pertanyaan lanjutannya adalah: apa tujuan kita mempelajari tipologi?

Ekspektasi: memperbaiki dan menyeimbangkan kelemahan dan kelebihan kita, agar bisa berkomunikasi lebih baik dengan orang lain.

Realita: *uhuk* klaim 1000x IQ dan tipe paling jarang biar disebut unik *uhuk*

Omong-omong, jangan bingung akan ketidakkonsistenan saya menggunakan ‘Empat Huruf’ atau ‘Lima Huruf’ yang berbeda antara judul pos dengan tajuk di dalam ilustrasi. Bahkan sejak KETIK4 saya terbit, sudah berbeda. Itu sengaja. Karena umumnya, MBTI dikenal sebagai 4 Huruf, tetapi belakangan dikembangkan sebagai 5. Mohon maaf jika sudah membuat bingung. ^^v

Advertisement

2 thoughts on “Empat Huruf Legendaris Bagian II

  1. Pada akhirnya setelah runut membaca seri 2 pos Mira ini, aku dapat poin utamanya.

    Semua hal yang dibahas itu kalau disederhanakan adalah bagaimana cara kamu mengenali dirimu sendiri. Khususnya tentang kepribadianmu.

    Orang boleh bilang ini teori yang akurat, sementara yang lain pesimis bahwa ini hanya semacam ramalan biasa. Namun terlepas dari semua itu, menurutku kepribadian seseorang bisa berubah dari waktu ke waktu. Dia bisa bertambah atau berkurang, bahkan menggabungkan.

    Nice post, Mira.

    Semangat menulis, Celes Til La La La Ye Ye Ye…..

    😀

    Liked by 1 person

Comments are closed.