Tanpa Mereka, Aku tak tahu apa itu Sahabat

Di #KETIK7 ini, Kali ini saya akan bercerita tentang Karakter Teman-teman di Lingkaran  Pertemanan Aku.

Punya Teman itu seru, Aku dan mereka sering sekali bermain di sekolah dan suka berbuat onar di kelas Aku. Saling menolong, saling kerjasama, dan sama-sama punya masalah. Apalagi punya teman sahabat itu sangat seru daripada sekedar teman fake biasa. Gak juga teman-teman Aku yang di sekolah doank, tapi di Kampus juga ada meskipun hanya sedikit dan cuman menganggap teman saja yang suka menemani aku kalau pergi ke mall hanya untuk nonton bioskop saja. Bagi aku sih, aku lebih nyaman dengan teman-teman SMA saya. SMA itu adalah hal paling indah dan seperti surga di lingkungan sekolah SMA dulu saya daripada SMP/SD sebelumnya dan masa kuliah sekarang. Di SMA itu pertama kalinya aku mempunyai teman & sahabat, dan juga aku baru mengenal apa itu sahabat.

Dan inilah sederet nama-nama teman aku yang paling dekat di SMA aku. Siapa aja sih ? Aku jabarin nih satu-satu.

  1. Tasya

Dia itu salah satu sahabat pertama aku saat awal memasuki SMA. Awal aku bertemu dengan dia kebetulan kita teman sekelas, waktu itu aku masih kaku kalau mencari teman di kelas (namanya masih polos). Dan aku pertama kalinya berkenalan dengan dia dan masih hanya teman sekelas. Sejak saat awal acara LDKS di Sukabumi, kami menjadi sangat dekat dan sering sekali teman-teman kelas aku menyebut kami adalah teman paketan/ paling couple di kelas ku. Dan Persahabatan kami jadi keliatan saat aku sering main ke rumah dia begitu juga sebaliknya. Dan akhirnya Kami jadi sahabat deh hingga akhir kelulusan SMA. Soal sifatnya Tasya, dia baik, Ramah, dan pernah suka ama Guru yang terkenal muda dan ganteng di sekolahnya, wkwkwk. Saking sukanya, Aku selalu memberitahu dia kalau ada Pak W (nama inisial) lewat di kantin. “eh.. tas. ada Pak W tuh”. Sontak saja, Tasya pun langsung senang melihat ada Guru kami yang lewat, wkwkwk. Aku jadi ikutan senang melihat Guru cogan lewat . Oh ya, Kami sering sekali nonton film bareng di kelas kalau kelasnya lagi istirahat atau jam kosong karena gak ada gurunya. Apalagi kalau filmnya satu kelas lagi. njaaay udah kayak di bioskop. Tapi sekarang, aku jarang sekali ketemu dia karena sibuk dengan kegiatan masing-masing termasuk kuliah, begitu juga kampus kami berbeda tempat. Tapi pernah Aku dan dia ketemu saat rencana untuk nonton bioskop di mall. Terakhir Kami bertemu untuk nonton bioskop akhir Desember lalu.

 

2. Salsa

Sahabat kedua ku setelah Tasya. Cuman saja, dia tidak sekelas dengan ku dan tasya karena Salsa adalah kelas IPA sedangkan aku dan Tasya kelas IPS. Awal aku kenal dia pas saat acara Mos SMA. Itupun aku belum mengenal dia, Jadi waktu itu aku lihat pertama kali dia kena hipnotis oleh gurunya pas lagi acara mos, wkwkw. Acara mos itu paling ngakak dan juga teman-teman satu angkatan ku. Jadi dia tuh di hipnotis ama gurunya terus namanya dia di ganti dengan nama soimah. Pas dia bangun dalam keadaan hipnotis, gurunya langsung nanya ke Salsa.

“Nama kamu siapa ?”. Kata Gurunya .

“Soimah”. Kata Salsa

“Lah. Di name tag kamu kan namanya salsa”. Kata Gurunya sambil menunujuk ke nametag salsa yang ia pakai.

“Bukan pak! nama saya soimah”.

Sontak saja, seisi teman satu angkatan kelas aku di ruangan itu tertawa terpingkal-pingkal melihat kepolosan Salsa yang keadaan tidak sadar alias di hipnotis. Di situlah aku baru melihat Salsa di situ. Dan akhirnya Aku kenalan dengan Salsa saat sedang istirahat. Kebetulan dia lagi ada di balkon sekolah. Waktu itu masih cuman menyapa doank dan sejak acara LDKS kami menjadi sangat dekat dan kujadikan sahabat keduaku setelah Tasya. Aku, tasya, dan salsa bisa di bilang adalah sahabat paling dekat dan setia di sekolah. Dia itu baik, alim, dan juga ramah. Sering sekali di jadikan tempat curhat termasuk aku, hehehe. Aku dan Salsa sering banget lo main terus dan sampai-sampai aku suka main ke rumah dia. Sampai sekarang saja Aku masih ketemu dia dan main ke rumah. Sekarang dia jadi anak rantau di Tangerang karena ia kuliah di UIN.

 

court-cook-DWaiEFt9VT4-unsplash

 

3. Nivan

Habis bahas sahabat aku, sekarang aku akan bahas teman kelas aku yang terkenal kocak dan juga teman cowok aku. Nivan, dia adalah teman kelas aku kocak dan kadang ngeselin juga sih padahal cuman bercanda. Dia salah satu paling aktif dalam organisasi, seperti ikut ekskul pecinta alam, rohis , dan pernaj ikut japan club. Dia ini paling deket ama aku dan Tasya di kelas. Kadang suka bikin kelompok sama saku dan sahabat aku kalau ada tugas kelompok. Oh ya dia juga kenal ama abang aku karena abang aku sekaligus senior di sekolah dan sama-sama satu organisasi ekskul sama Nivan. Dan sampai saat ini dia masih aktif ikut organisasi di kampus, seperti ikut menwa karena ngikut jejak abang aku dan jadi pengurus organisasi BEM UIN dan UIN jabodetabek. Semangaatt boyyy !!!

 

4. Faizah

Teman kelas ku yang terkenal baik dan ramah. Cewek penyuka Kpop ini adalah teman baik ku, tapi agak dekat sih. Pernah aku ngasih hadiah berupa merchandise kpop seperti sticker boyband korea ke dia karena dia emang suka kpop sampai teman kelas aku ada yang minta sticker dari aku, wkwkw, Aku juga pernah kasih hadiah loh ke dia pas dia lagi ulang tahun. Lupa aku waktu itu beli barang buat hadiah ke dia itu apa ya, lupa aku. Sekarang dia satu kampus denganku meskipun berbeda jurusan dan jarang sekali bertemu dengan dia.

 

5. Dhani

Teman kelasku juga yang terkenal berisik, heboh,suka makan, dan kocak deh. Dia suka sekali bermain bola dan pernah main bola di kelas bersama teman-temannya sampai bolanya kena jam dan pecah dan itu membuat kelas tetangga sebelah langsung kaget dan menuju ke kelas aku, wkwkw. Waktu itu kan Kelas aku sama Kelas sebelah di batasi dengan rooling door. Kebetulan kelas ku dan kelas sebelah itu tempat audiotorium yang sering sekali di jadiin tempat acara gitu.

Kembali ke topik dhani, dhani tuh sering nanya ke aku kalau aku punya film bagus di laptop dan suka ikutan nonton film, wkwkwk. Kini, dia masih aktif bermain bola dan juga rutin main futsal dengan klub nya.

 

6. Sukma

Teman kelasku selanjutnya yang terkenal badannya besar, tinggi, dan nyebelin juga sih. Dia cowok, dia emang berisik suka nyanyi-nyanyi gak jelas di kelas. Dia juga gak sabaran mau nonton film di laptop aku. Dulu saat pertama kali kenal dia, dia dulunya nakal, pernah bolos, dan bahkan bikin usil di kelas sampai membuat gurunya merasa jengkel. Sekarang dia berubah dan jadi pintar di kelas. Tapi tetap aja masih nyebelin ke aku. Seperti pernah nyabetin minuman anak kelas pakai sapu tangan dan pernah ngejek ke aku.

 

7. Vina

Aku mengenal dia dan udah temenan udah lama banget sejak SD. Sampai SMA masih satu sekolah sama aku meskipun beda kelas. Gak terlalu dekat sih sama dia pas di SMA. Dia sebenarnya punya sahabat di kelas sejak SD. Dan kini Aku jadi dekat dengan dia dan sejak aku dan dia saling curhat berbagai masalah terutama masalah kuliah dan pertemanan. Sekarang aku malah lebih sering curhat ke dia daripada salsa, soalnya salsa udah sibuk kuliah dan agak jarang sih saling chat di whatsapp lagi. Bahkan, malah aku lebih nyaman ke dia, wkwk. Vina itu baik, ramah, dan jago gambar loh. Gambarnya aja udah bagus dan agak juga suka nonton anime.

 

papaioannou-kostas-tysecUm5HJA-unsplash
“Teman tetaplah teman, yang membedakan adalah teman pada masanya dan teman selamanya”
Arief Subagja

 

 

Dan itulah adalah deretan teman-teman aku di lingkaran pertemananku. Tanpa mereka, Aku tidak tahu apa itu teman dan juga sahabat. Sejak mereka ada di kehidupan ku, Aku mulai meresakan Persahabatan dan pertemanan.

 

Sampai Jumpa di Ketik selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Tanpa Mereka, Aku tak tahu apa itu Sahabat

Comments are closed.