Romansa atau Bucin?

MIMPI

Aku ingin sekali-kali mengunjungi mimpimu sebagai silaturahmi atas kunjunganmu yang berkali-berkali di mimpiku.

Aku ingin berkunjung ke mimpimu. Menyusuri portal-portal ajaib. Mengembara ke dimensi berbeda. Bertemu beberapa tokoh yang menyenangkan. Mencari-cari adakah sungai ajaib yang mengalirkan botol-botol yang berisi surat cinta atau burung-burung yang di kakinya terperangkap dongeng-dongeng.

Aku ingin mengunjungi mimpimu.
Mengendap-endap supaya tak ketahuan olehmu. Bersembunyi di balik lembar-lembaran mimpimu yang masih kosong. Aku ingin menuangkan tinta permanen di sana, lalu menarik beberapa garis membentuk namaku.

Aku ingin berjalan-jalan di mimpimu.
Menemukan sudut lain yang belum kutemui. Bersenandung di pinggir lautan mimpi. Berlarian di bawah hujan hujan mimpi. Berbaring menatap bintang, menunjuknya lalu merapalkan namamu.

Aku ingin masuk ke taman mimpimu. Menyirami pohon-pohon mimpi itu hingga subur, lalu diam-diam kutancapkan pohon mimpiku tepat di sampingnya.

Lalu setelah semua itu. Aku akan pulang. Melalui portal mimpi menuju mimpiku. Di sana kita bertemu dan akan kubawa kau menuju pusat kota mimpiku yang berisi taman paling luas sedimensi mimpi, dan kau akan lihat betapa semuanya adalah tentangmu.

Dan lalu fajar mengakhirinya. Kita terbangun dari tempat masing-masing, memastikan bahwa itu bukan mimpi.


FYI, ini puisi lama. Pernah kupublikasikan di wattpad lantas kuhapus karena satu hal. 😅

🐝 Kucca

5 thoughts on “Romansa atau Bucin?

Comments are closed.