Pindang Koyong

PINDANG KOYONG

ini bukan makanan sumatra
asli banyuwangi
di bangkalan

dari tanah pesisir
ada suatu pembeda
andai tak memakai terasi

KLEMBENG

dahulu menunggu
hari raya tiba
roti oval itu
satu kali pemanggangan
dua kali kematian
biskuit atau cookies?
tersentuhlah ia, keajaiban
tak sengaja dicipta

BEKAMAL

sebelum dipertemukan
bumbu-bumbu sendu
tertandaskannya rindu
terlebih dahulu
hatiku diawetkan
biar tidak mubazir

memasuki wadah
kendil selama seminggu penuh
pengharapan
tabur garam
leleh gula jawa
dari abad kelima belas

sebelum hilang,
mari lestarikan!

BATOK TAWON

seperti apa rasa perjuangan
pada getar jantung persegi
kau temukan uap
menapaki tanah hati

pada tungku-tungku
tercurah piah
tergelar kayu
kerontang

daun pisang telah
mendekap erat
menjaga karsa
sampai masanya

FESTIVAL BAMBU

sepanjang jalan desa
gintangan ‘kan kau temukan
bambu-bambu
dikenakan wajah penuh bedak
membedaki jalan
kilat polaroid

selain apus
yang dijadikan songkok
pustaka cendekiawan
agamawan
barangkali aku
tersesat pada ramainya

###

Kumpulan puisi kiriman dari pembaca Ikatan Kata bernama Aris Setiyanto

3 thoughts on “Pindang Koyong

Comments are closed.