7 Terdekat, 7 Terhebat

Friendship illustration via Pinterest

Di #KETIK7 ini, Pengikat Kata ditantang untuk mendeskripsikan 7 orang terdekat mereka. Dan yang terpenting mematuhi aturan polisi bahasa, yaitu penulisannya harus tanpa typo. Well… Menyoal siapa orang terdekat yang dimaksud dalam tantangan ini, aku memaknai orang terdekat sebagai orang yang paling sering bertemu dan berkomunikasi denganku, paling lama mengenal dan membersamai perjalanan hidupku, dan (mungkin) yang paling dekat dengan hatiku.

Tadinya aku sempat ingin mendeskripsikan 7 orang yang sudah tak diragukan lagi kedekatannya denganku, yaitu keluarga. Akan tetapi aku berpikir lagi, tulisan ini akan dipos di blog dan akan ditemui pembacanya, bukan data sensus penduduk yang datanya sebatas dipakai oleh yang berkepentingan saja. Maka dari itu, akupun memilih 7 orang terdekat di luar lingkaran keluarga sebagai pembahasan untuk menyelesaikan tantangan kali ini.

Ketujuh orang ini semuanya berasal dari lingkaran pertemanan yang berbeda. Misalnya dekat karena teman ngampus, atau dekat karena terbiasa jalan-jalan bersama. Masing-masing dari mereka adalah orang hebat yang kukenal baik, lantaran mereka adalah orang-orang yang hampir setiap hari berhubungan denganku. Selain itu kami pun kerap kali bersinergi untuk menyukseskan suatu acara. Mereka pun agaknya juga tahu banyak jika ditanya tentang diriku, mulai dari porsi makan hingga jumlah koin yang ada di pouch rajutku (penting banget yang ini?).

1. Fian

Fian memiliki postur tubuh yang cukup tinggi dan agak gemuk, wajah ovalnya bisa dibilang lumayan tampan. Ia orang yang selalu mensupportku dan menyemangatiku untuk menghilangkan kebiasaan mager. Berbagai macam hal tengah ia geluti saat ini; melukis, desain baju, main teater, dan menjadi volunteer untuk banyak kegiatan sosial yang membutuhkan orang-orang kreatif di dalamnya. Kerjanya memang rapi dan cekatan. Cara berpikirnya pun sangat realistis, dan tiap kali mengutarakan pendapat atau masukan, pembawaannya selalu tenang tanpa beban. Jika tidak tenang, bisa dipastikan ada seseorang yang telah mengusik kedamaiannya. Di sisi lain, ia punya sifat humoris dan bisa menjadi hiburan gratis untuk orang-orang di dekatnya.

“Mas, kalau ke PASTY beliin benih kacang panjang, ya!”
“Ok, nanti kalau ada aku beliin,”
Tapi saat menemuiku ia justru membawa setoples kecil kacang bawang. Katanya, “Dek, benih kacang panjangnya tuh nggak ada. Jadi kamu kubeliin kacang bawang ini. Nggak usah nunggu tumbuh, kan? Nih, tinggal makan aja,”
Nggak jadi kesel, deh.

Fian menyukai museum sama sepertiku. Namun pengetahuan kemuseumannya jauh lebih tinggi dan lebih update. Kami pun terkadang mengunjungi museum bersama-sama di waktu luang.

2. Ila

Namanya Fadilla Nuraini tapi aku biasa memanggilnya Ila. Ia sahabatku yang paling bawel di lingkungan kerja. Kebetulan usianya sepantaran denganku, hanya selisih beberapa bulan lebih tua. Hobinya menonton drama Korea dan mendengarkan lagu K-Pop, jadi bahasan kesehariannya sewaktu istirahat selalu seputar artis Korea. Dibanding teman-teman cewek yang lain, Ila menjadi teman yang paling sering bergonta-ganti model hijab. Hari ini mengenakan square hijab dengan gaya sederhana, besok mengenakan pashmina, lalu besoknya lagi mengenakan hijab panjang.

Ila juga menjadi orang yang paling ramah dan supel di tempat kerja, sekaligus yang paling care terhadapku. Ia selalu mengingatkanku untuk makan siang tepat waktu dan menanyakan hal-hal remeh seperti ‘nanti malam ada acara?’. Kami memang sangat dekat, ngobrol dengannya bisa betah berjam-jam, dan jalan-jalan bersamanya adalah hal yang paling menyenangkan.

3. Hanifah

Cewek kampus, oy. Hanifah ini tipe cewek yang pendiam, kalem, baik hati, dan biasa menjadi tokoh tritagonis dalam hal apapun. Tubuhnya kecil mungil dan dandanannya pun sederhana. Sejak pertama kali berkenalan dengannya, ia sudah menunjukkan tanda-tanda seorang cewek yang punya pendirian kuat, tak peduli orang lain ingin mempengaruhinya seperti apa. Kebaikan hatinya membuat banyak teman menyukainya. Namun karena  terlalu baik dan tak pernah memendam dendam kepada siapapun pula, ada orang yang sampai hati memanfaatkannya. Terkadang ia memendam masalahnya sendiri, merasa canggung dan mengulur waktu berbulan-bulan untuk cerita padaku, padahal ia tahu aku selalu siap mendengar curahan hatinya kapan saja.

4. Putri

Cewek yang satu ini adalah sahabatku di kampus. Ia cewek yang super perfect; cantik, terampil, dan mandiri. Selain kuliah, ia juga menekuni usaha kuliner bakmi di emperan rumahnya. Tak berhenti di situ saja, ia juga membuka jasa rias pengantin dan wisudawati. Bisa disimpulkan kalau jam terbangnya tinggi, apalagi ‘time is money‘ sudah sangat melekat di jiwa enterpreneurnya.

Setiap ada kelas, dia selalu duduk di sebelahku. Dia suka membicarakan hal-hal yang lucu dan kurang penting ketika dosen sedang serius menerangkan materi. Padahal, hampir setiap hari ia mengirimiku pesan. Kami mengobrol tentang apa saja, ngalor-ngidul, mulai dari materi kuliah yang sulit dicerna hingga curahan hatinya tentang kisah cinta jarak jauh dengan sang pacar.

5. Kak Ody

Sebetulnya aku dan Kak Ody masih punya hubungan keluarga. Serius.

Orang yang satu ini sering mengenakan sarung ke manapun ia pergi. Itu adalah ciri khasnya, selain Vespa abu-abu dan tas cangklong kecil yang setiap hari menemani jadwal kegiatannya. Kak Ody mengenakan sarung karena ia  terinspirasi oleh gaya sastrawan Kurnia Effendi, selain memang menyukai karya-karyanya yang mewarnai khazanah sastra Indonesia. Yang paling mendukung penampilannya sendiri adalah statusnya sebagai mahasiswa ISI Yogyakarta, jadi ia percaya diri saja tampil berbeda di muka publik dengan stylenya itu.

Kak Ody tengah menekuni bisnis handmade rintisannya, yaitu anting-anting berbahan baku serpihan kaca warna-warni. Di samping itu ia juga sangat menyukai buku dan hobi nongkrong di kafe-kafe klasik, seperti Joglo Kopi. Setiap kali ada festival buku besar di Jogja, ia selalu menjadi orang pertama yang paling antusias mengajakku pergi berkunjung. Buku-buku buruannya kebanyakan bergenre sci-fi dan filsafat. Dan jika ia sedang berbaik hati, aku pun akan dibelikan buku olehnya.

6. Mbak Esti

Aku dekat dengan Mbak Esti karena selain rumah kami memang dekat, juga karena kami bersama-sama mengajar mengaji. Mbak Esti berpostur tubuh tinggi, berkulit sawo matang, dan selalu mengenakan pakaian yang syar’i. Ia adalah seorang guru yang super hebat dan pengabdiannya begitu besar untuk pendidikan. Usianya masih muda dan ia pun sangat energik. Pagi hari ia mengajar di sebuah SD, sore harinya mengajar di PAUD desa, dan pada hari-hari tertentu mengajar santri TPA bersamaku. Ia disegani banyak orang di masyarakat karena dedikasinya itu, apalagi karena ia sering memberikan motivasi bagi para santri supaya giat belajar. Para santri mencintainya. Sosok inspiratifnya memang patut dijadikan teladan.

Mbak Esti teman yang asyik diajak ngobrol. Kami selalu bertukar cerita apapun setelah mengajar. Ia juga banyak memberiku hadiah-hadiah kecil yang selalu membuatku terharu. Bahkan ia pernah merekomendasikanku menjadi pengajar les kaligrafi untuk sekolah Islam Terpadu.

7. Riski

Riski adalah teman dekat semasa SMA yang hingga kini masih dekat denganku. Anaknya bawel dan banyak bicara. Ia juga sering teledor dan pelupa dalam berbagai hal, jadi aku harus sering-sering mengingatkannya. Untuk masalah kulineran, Riski adalah jagonya. Ia hafal banyak tempat makan dan tempat nongkrong di Jogja. Kami pun sering pergi ke tempat makan pilihannya untuk menjajal menu-menu baru. Menu buruan Riski yang paling ia suka adalah roti Zapiekanka dan focaccio.

Setahun lalu Riski lulus dari akademi broadcasting, dan kini tengah bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jogja. Ia menjadi salah satu temanku yang paling banyak menghasilkan uang. Karena selain bekerja tetap sebagai karyawan, ia juga bekerja sambilan sebagai fotografer untuk acara wedding dan foto produk.

Yeay! Selesai!

Oops… Ternyata jumlah kata yang diminta sudah sangat melebihi kata yang diminta. Bagaimana ini? Hahaha.

Itu tadi deskripsi tentang ketujuh orang terdekatku. Aku beruntung dipertemukan dengan orang-orang baik seperti mereka dan bisa belajar banyak hal dari mereka pula. Satu yang pasti, aku tidak pernah melihat teman terdekat dari seberapa menguntungkannya mereka bagiku (pikiran yang jahat), karena aku percaya, teman yang terdekat pun sudah menjadi rezeki diberikan Tuhan untukku.

26 thoughts on “7 Terdekat, 7 Terhebat

    1. Betul kak, nyentrik dan pede gitu ala-ala anak seni 😅 dan agak konyol juga..hehe… seneng lho kak deket sama orang2 model begitu, tapi beberapa di antara mereka yg seperti itu juga kadang cuma bergaul di lingkungannya saja sih kak..

      Liked by 2 people

  1. Sedikit koreksi :

    hanya selisih beberapa bulan saja lebih tua (jika sudah memakai kata “hanya’ maka kata ‘saja’ tidak diperlukan. Jadi “hanya selisih beberapa bulan lebih tua dariku.”

    Dan kata ‘mensupportku’ tidak perlu dicetak miring

    Liked by 2 people

Comments are closed.