Melihat, Mendengar dan Merasakan

Belajar adalah sesuatu yang menyenangkan, belajar adalah melihat, mendengar dan merasakan, ketiganya berdampak postitif bagi saya. Dalam setiap kesempitan, saya selalu menyempatkan untuk memahami apa yang orang lain sampaikan, dari kesebelas tugas menulis dalam komunitas ini saya belajar 11 makna, sebuah identitas, pengalaman, pengetahuan, sudut pandang, serta banyak hal lain yang memperbaiki kinerja saya dalam dunia nyata, baik itu pelajaran umum ataupun khusus.

Melihat tulisan setiap member, membaca karya-karya yang luar biasa, kegigihan dalam menulis dan tentunya pengetahuan yang belum saya dapatkan sebelumnya, cara menganalisa setiap postingan juga hal-hal kecil yang sering saya abaikan.

Mendengar wawasan setiap orang dengan keunikan yang beragam, tentunya menambah motivasi saya untuk terus melakukan inovasi dalam menulis, berkata dan bersikap, terlebih pelajaran sastra yang saya kagumi sejak kecil, baik itu puisi, syair, sajak, pantun dan tata bahasa yang layak maupun kurang layak; tidak nyaman untuk dibaca.

Merasakan adanya medan magnet antara keingintahuan saya terhadap hal-hal kosong dalam benak saya dan sangat disayangkan meski ada sebagian lagi yang belum sempat membagikan pengalamannya di sini.

Dulu saya tidak tahu jenis-jenis sastra yang dibuat oleh seorang penulis, penyair, pembuat puisi ataupun pengarang buku, perlahan saya memahami keragaman itu menambah daya pikir saya untuk terus mengembangkan potensi yang ada dalam diri saya.

Banyak hal lain yang tidak mampu saya tuliskan di sini, tapi bisa diaplikasikan dalam setiap postingan saya.

Dari komunitas ini saya belajar bahwa menulis adalah memerdekakan pikiran dari kebanyakan, membebaskan imajinasi untuk terus dikembangkan, tak lupa menyisakan ruang di telinga untuk menyerap suara-suara lainnya.

Nol Besar, 5 Maret 2020

8 thoughts on “Melihat, Mendengar dan Merasakan

Comments are closed.