Dialog Tag itu Apa, Sih?

Pernah enggak sih kita memikirkan tentang bagaimana menggunakan dialog tag itu? Dialog tag yang bagus itu seperti apa? Dialog tag yang perlu itu bagaimana? Atau jangan-jangan kita belum paham betul mengenai dialog tag. Namun, mari pelajari dulu apa arti dari dialog tag.

Penjabarannya seperti ini:

Dialog adalah percakapan yang dilakukan dengan syarat dua arah. Misalnya:
“Pergi, kamu!”
“Ma-maafkan aku, sayang. Aku menyesal—”
“—pergi!” hardikku.
“Baik,” katanya kemudian, setengah tercekat. “Ketahuilah, betapa aku menyesali perbuatanku.”
(Sebut saja Mawar dan Bram yang sedang terlibat percakapan di atas: Mawar mengusir Bram yang telah berselingkuh.)

Dalam dialog, penulis sering menambahkan informasi yang tujuan sebenarnya adalah memperjelas gambaran situasi dialog di dalam kepala pembaca.

Perhatikan

“Pergi, kamu!”
(tidak ada keterangan tambahan di sini, sudah jelas digambarkan oleh tanda seru di akhir kalimat.)

“Ma-maafkan aku, sayang. Aku menyesal—”
“—pergi!” hardikku.
(ada dua keterangan tambahan di sini.  Tanda “—” di akhir kalimat Bram dan di awal kalimat Mawar menunjukkan bahwa Mawar memotong ucapan Bram. Yang kedua, hardikku menunjukkan bahwa Mawar menghardik Bram, membentak.)

“Baik,” katanya kemudian, setengah tercekat. “Ketahuilah, betapa aku menyesali perbuatanku.”
(Keterangan tambahan di situ: bahwa Bram baru mulai mengucap lagi setelah Mawar selesai menghardik, sambil Bram setengah tercekat.)

Aku menatap matanya nanar.
“Aku pergi. Jaga dirimu baik-baik, ya,” pesannya sebelum berbalik, lalu melangkah pergi.
(Keterangan tambahan, yang diucapkan oleh Bram berbentuk pesan, dan tentang yang dilakukan Bram kemudian.)

Bagi kebanyakan penulis, _hardikku_ , _pesannya_ , _ujarnya_ , _katanya_ , _tukasnya_ , _kilahnya_ , dan sebagainya, adalah dialog tag.

Tahu tag, kan? Label keterangan yang disematkan pada barang. Kalau kita beli baju, pasti ada tagnya. Isinya tentang cara mencuci, ukuran, dan sebagainya.

Jadi, singkatnya, dialog tag itu ya informasi tambahan.

Bagaimana menggunakan dialog tag itu?
Ya, tinggal kita sematkan saja kilahnya, hardiknya, dan informasi-informasi tambahan lainnya. Mudah bukan?

Lalu, Dialog tag yang bagus itu seperti apa? Dialog tag yang perlu itu bagaimana?
Bandingkan:

1.
“Semalam kamu pulang jam berapa?” tanyanya dengan nada menginterogasi.

2.
“Semalam kamu pulang jam berapa?”
Jantungku mulai berdebar kencang menangkap kecurigaan dalam pertanyaannya.

Contoh 1 itu contoh yang buruk. Buruknya di mana?
Lha wong sudah jelas itu pertanyaan kok dijelasin lagi pakai tanyanya. Percuma dong pembaca sekolah dan kuliah kalau dianggap bodoh.

Selain itu, contoh 1 mendikte pembaca seakan-akan pembaca bodoh. Contoh 2 sebaliknya, menggambarkan situasi yang terjadi, yang memicu pembaca untuk menerka-nerka nada tanya si penanya.

Jawabannya:
– Perlu ketika diperlukan, tidak perlu ketika tidak diperlukan.
– Dialog tag yang bagus adalah yang diperlukan.

Bayangkan:

“Kamu sudah makan?” tanya Rehan.
“Sudah,” jawab Tania, “kamu sudah?” tanya Tania balik.
“Belum,” jawab Rehan. “Kamu mau nemenin aku makan?” tanya Rehan lagi.
“Boleh,” jawab Tania. “Kamu mau makan apa?” tanya Tania lagi.

Semua dialog tag di sini sama sekali tidak diperlukan. Kenapa? Alasannya sederhana, sebab terkesan mendikte pembaca. Selain itu pembaca juga akan mudah bosan karena lelah membaca dialog tag yang tidak perlu. Dan bila diperpanjang bahasan mengenai Dialog Tag ini, akan menuju ke kesolidan karakter tokoh yang kita buat. Singkatnya, bila karakter tokoh itu kuat, Dialog Tag tidak dibutuhkan. Karena kita sudah tahu siapa yang berbicara. Kekuatan karakter tokoh dan kekuatan narasi/deskripsi sangat berperan penting.

Sekian, terima kasih.

Sumber: @menulissetema

6 thoughts on “Dialog Tag itu Apa, Sih?

  1. Keren, sangat informatif!
    Menurut opiniku, contoh satu itu nggak begjtu buruk kok, tapi lebih kepada … tidak efektif? 😁 Nggak ada salahnya untuk pakai ‘tanya si A’ setelah kalimat tanya, tapi ada baiknya untuk dikembangkan. Seperti contoh Devi, atau semudah menambahkan ‘ia bertanya dengan nada ketus’.

    Mari selalu menebar informasi~ 💛

    Liked by 2 people

Comments are closed.