Menulis Adalah Berpikir

berpikir

Saat seseorang memiliki keinginan untuk menulis tetapi tidak tahu apa yang ingin dituliskannya lalu berhenti dan mengurungkan niatnya karena tidak bisa menuliskan apapun, itu adalah sebuah kesalahan. Justru ketika tidak tahu apa yang ingin dituliskan dan berhenti menulis karenanya adalah saat ketika ia akan semakin terpuruk, semakin tidak tahu akan menulis apa. Sebab ketika tiba masanya, ketika semua ide akhirnya berjatuhan bagaikan hujan, ketika semua hal dalam segenap rangkaiannya muncul di dalam benak dan mewujud begitu nyata di depan mata, ia tidak siap untuk mengeksekusinya. Ia belum punya tenaga untuk melakukannya, sudah tidak punya waktu lagi untuk melakukan pemanasan. Apa yang terjadi selanjutnya? Semua ide itu akhirnya menghilang bagaikan debu terbawa angin selatan, karena ia hanya akan berurusan dengan payahnya berjuang untuk mencapai level di mana ide itu dapat dituangkan dengan sempurna.

Berhenti atau tidak jadi menulis karena alasan tidak tahu apa yang ingin ditulis adalah sebuah kesalahan. Menjadi penulis adalah siap menghadapi apa pun, bahkan situasi-situasi yang paling tak terduaga. Ketika hal berat sedang mengguncang, shock, panik, ketakutan dll. Di situlah penulis diuji. Menjadi penulis tidaklah semudah yang kamu bayangkan, kawan. Mari lupakan saja mimpi untuk menjadi penulis besar jika kamu hanya tahu ingin menulis seuatu yang besar, yang hanya terlintas dalam anganmu saja. Kamu pasti akan mengerti ketika kamu bisa melihat dirimu dalam sebuah cermin yang memperlihatkan kualitas dirimu yang sesungguhnya. Menulis bukan perkara kamu hanya menulis dan mencetak serta memublikasikannya ke khalayak luas hingga ke seluruh penjuru dunia. Ada satu hal yang harus kamu pahami, tidak perlu menjadi penulis yang baik, jadilah saja penulis yang jujur. Bentuk kejujuran itu yang harus dicari. Megapa menulis, apa tujuanmu menulis? Jika hanya ingin menjadi terkenal dan mendapatkan kekayaan dari menulis, lupakan saja. Kamu tahu? berapa banyak orang di dunia ini yang mencoba menulis? Lalu dapatkah kau menghitungnya berapa yang benar-benar bisa menikmati kejayaan dengan menulis, duduk nyaman dengan menulis? Sangat sedikit, hanya 1 dari 100 orang yang berhasil. Lupakan saja.

Hal terbaik untuk menjadi penulis adalah karena kamu memang harus menuliskannya. Karena menulis adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan dalam hidupmu. Dan untuk mencapai level itu, kamu harus tahu kamu berada di mana saat ini. Kukira untuk menjadi penulis yang baik adalah terjun menjadi jurnalis. Menjadi jurnalis adalah cara terbaik untuk menjadi penulis yang sesungguhnya. Meskipun begitu, andaikan telah menjadi jurnalis pun, tidak semerta-merta jalan itu terbuka. Pasti ada beberapa pintu yang harus dilewati dan dimasuki. Ada banyak pintu yang harus dipilih dengan benar.

Jadi belajarlah dengan berpikir. Menulis adalah berpikir. Berhentilah menjadi konyol. Bukalah ruang-ruang dalam pikiranmu. Bukalah perasaan dan tingkatkan sense, sensitivitas, dan doronglah pengetahuan awalmu untuk menemukan dan menggali lagi dengan lebih mendalam, memasuki relung-relung terjauh dan paling gelap dalam pikiranmu. Asahlah kemampuan-kemapuan unik yang membuatmu berbeda dari orang lain, jangan mau diseragamkan. Meleburlah dalam organisme dan kesatuan sistem untuk memberikan makna dengan tetap menjadi kamu adanya, utuh dengan pikiranmu. Berhentilah menjadi konyol dengan menghabiskan waktu hanya menjadi sia-sia belaka. Berhentilah, Bodoh! Itu tidak baik. Tingkatkan terus levelmu dan jangan puas hanya berada di tingkatan paling dasar. Cukup kamu tahu saja, level paling dasar dari menulis cukup hanya mampu membuat kalimat sempurna. Level paling dasar dari menulis adalah menulis buku harian. Jangan puas hanya berada di level paling dasar. Kau harus berpikir dan bebas, jangan mau diseragamkan dengan aturan-aturan konyol. Menulis adalah berpikir. Berpikir bagaimana membebaskan dirimu dan terbang menjelajahi dunia. Menulis seharusnya membuatmu bebas, bukan malah terkungkung terpenjara.

3 thoughts on “Menulis Adalah Berpikir

Comments are closed.