Cinta Tak Pernah Lupa

Klik : Halaman Berikutnya

32 thoughts on “Cinta Tak Pernah Lupa

      1. Btw, aku lupa novel apa itu tapi sepertinya kita pernah membahas itu entah dimana. Novel terjemahan, sudah ada filmnya juga. Yang tokoh utamanya lakiΒ² tapi bodoh tapi selalu terjadi sesuatu tang di luar dugaan yang bahkan dia sendiri tidak mengerti bagaimana orang sampai tepuk tangan karena dia. Di rumah ada sih bukunya. Tapi lupa judulnyaπŸ€”πŸ€”

        Like

      2. Cara berceritanya agak mirip dengan novel itu, mengingatkan aku dengan novel itu. Seingatku sih begitu. Tapi nantilah, kalau sempat aku baca ulang lagi. Karena bacanya sudah lama,,, sdh lebih 10 tahun yg lalu sepertinya.

        Like

  1. Pas baca ending-nya, aku langsung membatin, β€œEaaaa.” πŸ˜‚ Ceritanya anak muda banget yaa. Kayak yang di novel-novel young adult gitu. Btw, ending mozaik 1-nya mengingatkanku pada video clip musik lagu terbarunya Armada, hehe.
    Hanya saran dari opini pribadiku, paragraf pertama cerita sebenarnya dihilangkan juga nggak mengganggu alur cerita. Kalau mau, langsung dibuka sama sesuatu yang menggebrak gitu biar menggugah penasaran. Misalnya, β€œPagi ini aku seminar skripsi, tapi nyaris bangun kesiangan.” (ini contoh yang nggak uwow juga sih, hahaha). Detail kenapa dia kesiangan bolehlah dijabarkan setelahnya.
    Kalau koreksi teknis sih paling detail kecil yang luput aja, kayak kurang tanda titik (dan ehm cukup banyak hehe), tanda baca di dialog tag, kata asing belum dimiringkan, -lah yang terpisah, dsb. πŸ˜€

    Like

    1. Awalnya begitu tapi karena ada yang protes kalau paragraf pertamanya kurang wow maka diedit lagi.

      Ya, terinpirasi dari lagu Armada.

      Siap nanti dikoreksi lagi

      Btw, hal apa yang paling berkesan atau masih teringat setelah membacanya?

      Liked by 1 person

      1. Oh, really? Aku belum baca yang sebelum di-edit sih, jadi nggak punya perbandingan. πŸ€”

        Karena ini cerpen dan bukan untuk lomba, itu nggak jadi masalah besar sih, hahaha. Tapi tetep jadi catatan aja untuk semuanya. Kalau nulis untuk tujuan yang serius, misalnya lomba/penerbit, opening pagi-hari-datang-aduh-aku-kesiangan itu kemungkinan besar bakal di-skip sama editor/juri sih, jadi sebaiknya dihindari. 😁 Ini hasil pembelajaranku yang udah sering kalah lomba cerpen, hehe.

        Yang teringat? Dosennya bilang, “sampah.” Jleb-nya sampai ke hati :”) Jangan2 dari kisah nyata?

        Like

      1. Nama ajah yang sama yah πŸ˜†

        Oh iya di bagian ini:
        Wan mengangguk. Dia menutup laptop, mengambil tas dan memasukannya.
        β€œBiar kubawa laptopmu.”
        Wan melihat tasku yang lain berisi draft skripsi, map plastik, make up dan barang lainnya. Aku baru sadar kenapa bawa barang sebanyak itu.

        Ini sebenarnya bentuk perhatian kecil yang bisa bikin perempuan merasa dihargai. Sepele tapi, sweet gitu deh. Heheheh.

        Like

Comments are closed.