Ukiran di Bibir

Hari ini Mamaku dibawa ke rumah sakit. Perutnya mulas hebat, dia kesakitan. Awalnya aku mengira Mamaku sedang sakit perut biasa. Namun setelah aku melihat banyak orang berjas putih memasuki kamar Mama, aku yakin itu bukan sesepele yang kuduga. Aku menunggu, terus menunggu di kursi panjang sebelah kamar Mamaku ditangani.

Berisik. Berisik sekali. Aku tidak tahu apa yang dilakukan orang-orang itu di dalam sana. Sebab Mama terus berteriak, memanggil Papa, aku, Nenek, bahkan Mama berteriak kesakitan. Orang-orang itu pun, suara mereka bersahutan. Seperti tidak ada yang mau mengalah. Aku tidak tahu harus berbuat apa selain menunggu. Sendirian, dengan suasana yang mencekam. Tidak lama dari itu aku mendengar suara tangisan bayi.

Aku memasuki kamar dirawatnya Mama, setalah Papa keluar dengan wajah berseri dan mempersilakan aku menemui Mama. Wajah Mama kelelahan, terlihat jelas butir-butir keringat memenuhi keningnya. Mama tersenyum ke arahku sambil memperlihatkan seorang bayi di sebelahnya. Aku pun mulai mendekat.

“Apakah itu adikku?” Kemudian Mama mengangguk. Aku menghela napas, ternyata itu sebabnya. Mamaku melahirkan. Pantas semua orang panik.

Aku pun duduk di sebelah Mama. Sekarang, coba lihat matanya! Bulat sepertiku. Rambutnya keriting berwarna cokelat keemasan. Ada bulu-bulu halus di sekitar keningnya. Alisnya sungguh tebal, dengan bulu mata yang sedikit. Bibirnya merah dan kulitnya putih berserih. Kucoba untuk menyentuhnya, tetapi Mama melarangku. Katanya: aku harus cuci tangan dulu. Aku pun menurut, setelah itu kupegang pipinya. Begitu lembut. Aku tersenyum ke arah Mama.*

~~~~~~~

*Cerita menggunakan detail sebagai gaya tulisan dan sudut pandang orang pertama tunggal.

7 thoughts on “Ukiran di Bibir

  1. Kata panggilan seperti mama, papa, bapak, kakek, kakak fan sebagainya tetap ditulis seperti itu (semua huruf kecil kecuali di awal kalimat)

    Tapi jika dipakai untuk memanggil orang yang jelas, pasti dan kamu kenal maka ditulis dengan huruf pertama kapital.

    Misal : Bu Marni adalah mama dari temanku, Edo.

    Misal : Aku belanja ditemani Mama ke swalayan. (Mama di sini artinya mama aku)

    Koreksi kedua, kata bersautan ganti jafi bersahutan

    Liked by 1 person

Comments are closed.