Gaji itu Dikembangkan, Bukan Dihabiskan

 

If you don’t find a way to make money while you sleep, you will work until you die.”

-Warren Buffett-

Penulis buku The Millionaire Next Door, Stanlev William Danko berpendapat, gaji saja tidak bisa membuat seseorang menjadi kaya. Gaji yang tinggi tentu dapat meningkatkan ‘taraf’ kehidupan, namun hal ini bukanlah satu-satunya penentu faktor kekayaan.
Anda pasti pernah menemui dalam kehidupan sehari-hari orang bergaji tinggi terjerat hutang kartu kredit, hutang cicilan rumah atau hutang cicilan mobil. Namun juga sebaliknya, anda pasti kenal satu orang yang gajinya pas-pasan tapi bisa hidup dengan layak dan bebas dari hutang. Besar nya gaji tidak akan menyelesaikan permasalahan, jika kendala utamanya adalah tidak adanya pendidikan finansial.

Orang yang buta akan pendidikan finansial akan selalu merasa kurang dengan gaji mereka, tidak peduli berapapun jumlahnya, karena ketika mereka menerima kenaikan gaji tanpa disadari biaya ‘lifestyle’ mereka juga naik.
Orang kaya dan para milyader sejati justru sebaliknya, ketika pendapatan mereka naik, biaya gaya hidup mereka cenderung sama, ataupun jika naik nilainya tidaklah drastis.
mereka memandang gaji mereka sebagai alat untuk mencapai tujuan, yaitu meningkatkan lebih banyak uang. Cara mereka mengembangkan gaji yaitu dengan berinvestasi.

Sementara itu orang lain pada umumnya ketika menerima gaji, tidak memiliki rencana keuangan tentang bagaimana gaji ini akan dihabiskan. akibatnya gaji mereka selalu habis untuk gaya hidup yang konsumtif.
Mereka selalu berdalih, bagaimana mungkin bisa berinvestasi, sedangkan gaji saja tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari?
Mereka pasrah dan menyalahkan nasib, tanpa pernah ada upaya untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapinya.

Perlu anda garis bawahi bahwa investasi itu memiliki makna yang luas, tidak hanya sebatas bursa saham, forex ataupun properti seperti pemikiran kebanyakan orang awam.  Orang yang melek secara finansial justru pertama kali berinvestasi pada diri mereka terlebih dahulu. Bill gates, Warren Buffett dan Oprah adalah beberapa orang kaya yang secara terang-terangan mengatakan bahwa mereka menyisihkan waktu untuk ‘berinvestasi’ pada diri sendiri.

Bagaimana ‘berinvestasi’ pada diri sendiri?
Sesuai dengan kata-kata Warren buffett, “The more you learn, The more you earn”.
Anda bisa memulainya dengan ‘mengupgrade’ wawasan anda tentang pendidikan finansial. Pergilah ke toko buku, ikuti seminar, baca majalah keuangan dan sebagainya.
Anda sudah bisa mulai belajar hari ini,
Pendidikan keuangan tidak selalu membutuhkan gelar MBA, Robert Kiyosaki adalah seorang mantan tentara yang tidak memiliki gelar MBA namun berhasil menjadi salah satu milyader dunia.

selain itu beberapa miliader lain juga menyarankan untuk tidak lupa berinvestasi pada kesehatan fisik dan mental. Karena kita tahu bahwa harta yang banyak tidaklah ada makna jika kita sakit-sakitan dan tak bisa menikmatinya.
Luangkanlah waktu untuk berolahraga dan ibadah secara teratur, karena tubuh anda sangat membutuhkannya.

Sama halnya dengan orang biasa, miliarder tentu masih menggunakan uangnya untuk membeli makanan atau pakaian  bermerek, tetapi hal itu dilakukan dengan penuh pertimbangan. Mereka para orang kaya sejati memang membeli hal-hal ‘Luxury’ , namun perlu di perhatikan bahwa mereka membeli nya justru pada urutan terakhir bukan awal. Mereka membeli hal-hal mewah tersebut bukan dari gaji, tapi dari pemasukan pasif yang mereka bangun sebelumnya. itulah sebab nya mereka membeli hal mewah tersebut diurutan terakhir kali.

Sekalipun membeli hal mewah itu di urutan terakhir yang sama sekali tidak menyentuh ‘gaji’. mereka tetap melakukan nya dengan hati-hati dan selalu memperhatikan nilai dan kualitas barangnya. “Mereka sangat menganggap berbelanja sebagai investasi, bukan pengeluaran,” ungkap pendiri Unity Marketing, firma penelitian pasar yang berspesialisasi dalam barang-barang mewah, Pam Danziger.

An idiot with a plan can beat genius without a plan

-Warren Buffett-

Para milyarder selalu membuat perencanaan dan menghabiskan banyak waktu untuk mengelola keuangan. Mereka juga ‘mengembangkan’ gaji dengan melakukan investasi. Alasan berinvestasi yaitu mencari kenaikan modal. Artinya mereka tidak mengharapkan adanya bagi hasil bulanan, tetap lebih mementingkan adanya kenaikan nilai investasi dari pertama kali memulai.
Kedua, mereka aktif membangun pasive income. Artinya, untuk pemasukan berkala, misalnya tiga bulanan atau tahunan mereka mengupayakannya dari pemasukan pasif (pemasukan dari aset yang tidak selalu menuntut kehadiran mereka).
Mereka sadar bahwa jika mereka tidak bisa menghasilkan uang selagi ‘tidur’, maka niscaya mereka akan bekerja untuk uang sepanjang usia.

5 thoughts on “Gaji itu Dikembangkan, Bukan Dihabiskan

  1. Dear Ilham, nice post.

    Dan ada hal-hal yang mesti diperbaiki:

    Dear Ilham

    Koreksi :
    1. Judul ditulis kapital untuk setiap huruf pertamanya kecuali kata-kata tertentu seperti kata sambung

    2. Sisipkan TAG untuk pos ini sesuai arahan di KETIK yang bersangkutan

    3 Sisipkan MORE di antara paragraf 1 dan 2. Baca panduannya di sini
    https://ikatankata.home.blog/2019/12/03/bmw-8-read-more/

    4. Perhatikan spasi antar paragraf. Lihat di browser, pos ini spasi antar paragrafnya tidak sama

    5 namun hal ini bukan lah  (bukanlah)

    6. Hutang (utang)

    7 tidak adanya pendidkan finansial (pendidikan)

    8. tidak peduli berapa pun jumlah nya (tidak peduli berapapun jumlahnya)

    9. Orang kaya dan para miliadaer (milyader)

    10. nilainya tidak lah (tidaklah)

    11. mencapai tujuanan (tujuan)

    12. Cara mereka mengembanakan (mengembangkan)

    13. mereka selalu berdalih (Mereka)

    14. seperti pemikiran kebanyakan orang-orang awam (seperti pemikiran kebanyakan orang awam)

    15. pada diri mereka terlebuh dahulu (terlebih)

    16. Bil gates (Bill Gates)

    17. sesuai dengan (Sesuai)

    18. dsb (dan sebagainya)

    19. Robert kiyosaki (Robert Kiyosaki)

    20. salah satu miliader dunia (milyader)

    21. selain daripada (Selain)

    22. tidak lupa berinvestsi (berinvestasi)

    23. membutuhkan nya (membutuhkannya)

    24. melakukan nya (melakukannya)

    25. barang nya (barangnya)

    26. bukan pengeluaran” ungkap (bukan pengeluaran,” ungkap)

    27. income (tulis cetak miring)

    28. mengupayakan nya (mengupayakannya)

    Like

Comments are closed.