Ada apa dengan Nikah Muda?

Sebenarnya menikah muda bukan hal yang baru untuk masyarakat Indonesia karena sejatinya nenek moyang kita terdahulu sudah melakukan budaya nikah muda sudah sedari lama. Menurut sebuah laman di kompasiana banyak faktor penyebab orang zaman dahulu lebih awet dalam menjalani pernikahan mereka. Ada 40 tahun, 50 tahun bahkan lebih padahal mereka menikah diusia muda ( dibawah usia rata rata orang Indonesia menikah ) yaitu usia kurang dari 20 tahun, dalam laman tersebut alasan pernikahan mereka awet salah satunya adalah saling mengalah, komitmen dan tidak mudah untuk pulang ke rumah orang tua saat terjadi pertengkaran. Fenomena nikah muda dewasa ini kembali memanas saat muncul berita anak dari salah satu ustadz kondang di tanah air yaitu almahrum KH Arifin Ilham dengan seorang mualaf asal Cirebon bernama Larissa Chou. Kemudian disusul oleh artis dan selebgram lainnya seperti baru baru ini datang dari pasangan selebgram Wayan Ixora dan Adinda Amira yang sempat menjadi Trending topik beberapa waktu lalu.
Apa salahnya nikah muda dan apa sih kegalauan saat kita belum nikah tapi berkeinginan untuk nikah muda?
Menurut Ahmad Rifai Rifan dalam bukunya yang berjudul “Ya Allah, Siapa Jodohku?” Dapat disimpulkan alasan seseorang menunda menikah muda adalah:
1. Belum bertemu jodoh
2. Belum siap finansial
3. Belum mendapat restu orangtua
4. Ingin fokus menyelesaikan pendidikan dulu
5. Ingin fokus karir dulu
Nah untuk orang orang yang dapat menyelesaikan masalah masalah diatas atau tidak menemui masalah tersebut mereka memilih menikah muda dengan harapan bisa bahagia dan meraih pahala lebih banyak karena start terlebih dahulu dari pada yang lain.
Dan untuk orang orang yang terjebak dalam masalah tersebut mereka lebih sering merasa galau bahkan kurang bahagia.
Apalagi setiap akhir pekan mereka disuguhi postingan teman temannya yang satupersatu mengakhiri masa lajangnya.
Lalu bagaimana mengatasinya?
Pertama kita harus fokus pada apa yang ingin kita capai, tidak mudah terpengaruh oleh bisikan untuk buru buru menikah.
Kedua sibukkanlah diri dengan aktivitas yang positif dan produktif.
Ketiga edukasi diri mengenai pernikahan agar kita tahu menikah bukan hanya soal senang senang saja tapi bagaimana hidupmu akan lebih baik jika sudah menikah, ibadahmu akan lebih mudah dan berkah.
Keempat hindari konten atau postingan orang yang memamerkan kemesraannya dengan pasangannya (supaya kita tidak ngiler hehe)
Cuma itu si trik menghindari galau galau ingin menikah muda namun belum siap melakukannya.

Bagi temen temen yang sudah menikah boleh share pengalaman dan juga tips sebelum menikah agar keluarganya bahagia dan langgeng selamanya.

Advertisement

8 thoughts on “Ada apa dengan Nikah Muda?

  1. Menurutku :
    Selalu bersyukur itu tips untuk berbahagia. Baik yang masih sendiri maupun yang sudah menikah. Tips sederhana, tapi tidak selalu mudah memang. 😀
    Biar langgeng, berusahalah menerima apapun kekurangan dari pasangan kita. Karena ada kalanya kekurangan itu baru kita ketahui setelah menikah.
    Untuk tulisanmu sudah cukup bagus, Aisyah.
    Tapi boleh aku sedikit koreksi, ya?
    1. Penematan awalan ( Soal Preposisi )
    diusia muda ( dibawah usia rata rata orang Indonesia
    -> di usia
    -> di bawah
    awal di- yang disambung jika bertemu dengan kata kerja.
    Nanti coba pelajari bab preposisi di KETIK#6 ya.
    2. Soal paragraf.
    Sebaiknya setiap paragraf hanya memuat satu pokok pikiran
    Kalau aku lihat, tulisan Aisya terdiri dari 2 paragraf. Paragraf pertama lebih baik dibagi menjadi beberapa paragraf, agar lebih nyaman dibacanya. Coba lakukan itu, Aisyah. Aku yakin tulisanmu akan lebih tersusun rapi.
    🙂

    Liked by 3 people

  2. Menikah muda, ah topik ini selalu hot kalau didiskusikan bersama. Menarik!

    Soal menikah, entah mau menikah muda atau menikah nanti, kesimpulannya adalah “siap”. Kalau siap, go! Kalau ngak siap, yaa…begitulah.

    Benar ngak ya ? Hahaha

    Like

Comments are closed.