Penemuan Bakteri Baik dalam Madu Kelulut Lebah (Heterotrigona itama)

Apakah kalian familiar dengan madu? Kalian sering mengkonsumsinya ketika minum teh dan jamu. Tetapi apa sebenarnya madu itu? dan apa maanfaatnya untuk kita?

Madu adalah liquid kental keemasan yang mengandung nutrisi esensial kompleks yang berasal dari nektar bunga dan serbuk sari yang dicerna oleh saluran pecernaan lebah. Madu yang sering kita konsumsi merupakan madu dari  spesies lebah Apis mellifera. Lebah spesies Apis mellifera tergolong lebah menyengat (sting bee). Pada umumnya, selain madu dari lebah penyengat (sting bee)  madu juga diproduksi dari lebah yang tidak menyengat  atau stingless bee.

Secara taksonomi, lebah penyengat dan lebah tidak menyengat termasuk lebah dari famili yang sama yaitu famili apidae. Akan tetapi mereka memiliki sub kelas yang berbeda. Lebah penyengat dari sub-kelas apinae sedangkan lebah stingless bee berasal dari sub-kelas meliponiniae. Lebah stingless bee lebih kecil ukurannya dari lebah penyengat. Meskipun stingless bee tidak menyengat, mereka akan tetap menyengat jika sarang mereka diganggu.

Madu memiliki berbagai maanfaat. Madu diketahui memiliki berbagai sifat sebagai obat penyembuhan. Salah satunya madu diyakini dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit gastritis.  Di Malaysia madu digunakan sebagai obat untuk inflamasi tenggorakan dan mata katarak. Madu mengungkap nilai obat yang sangat besar tetapi masih banyak nilai-nilai obat yang belum terungkap.

Madu yang diketahui memiliki manfaat lebih tinggi dari madu biasa adalah madu kelulut. Madu kelulut merupakan madu yang dihasilkan oleh lebah spesies Heterotrigona itama. Mereka dapat ditemukan di daerah tropis dan subtropis seperti Malaysia, Indonesia Thailand dan Australia. Di Indonesia madu ini dikenal dengan nama kelulut atau madu klenceng. Madu kelulut memiliki rasa asam yang kuat, dan lebih berair.

Karena lebah heterotrigona itama memproduksi madu dalam jumlah relatif sedikit maka madu ini dihargai sangat mahal. Harga madu murni kelulut dapat mencapai 14 juta per kilogramnya. Disamping itu madu kelulut dianggap memiliki nutrisi dua kali lebih banyak dari madu penyengat.  Namun belum banyak diketahui nilai obat madu kelulut dan proses pencernaan lebah dalam dunia medis. Untuk mengungkap nilai obat dalam madu kelulut, banyak riset yang diarahkan untuk meneliti bakteri dalam saluran pencernaan lebah.

Penelitian yang dilakukan oleh Syariffah Nuratiqah dari UTM-Malaysia telah mengungkap keberadaan bakteri asam laktat dalam gastrointestinal pencernaan lebah. Materi yang menjadi objek penelitian adalah bakteri asam laktat yang diisolasi dari madu kelulut. Bakteri asam laktat merupakan teknologi penting dalam industri makanan. Asam laktat yang dihasilkan bermanfaat dalam menghambat bakteri pembusuk dan patogen dalam makanan fermentasi. Bakteri asam laktat diisolasi dan dikarakterisasi untuk dipelajari aktivitas antibakteri dalam melawan bakteri jahat (patogen) dalam tubuh.

 

Hasil penelitian menunjukkan spesies bakteri asam laktat dalam madu kelulut didominasi oleh bakteri fructobacillus fructosus dan lactobacillus sp. Hasil aktivitas antagonis strain bakteri asam laktat terhadap lima strain bakteri pathogen (E. Coli, B. Subtilis, S. Aureus, P. aeruginosa) menunjukkan aktivitas antagonis yang kuat karena diameter zona penghambatan yang diamati sebagian besar lebih tinggi dari 6 mm. penelitian ini menunjukkan madu kelulut memiliki potensi nilai obat yang tinggi. Terbukti kandungan bakteri asam laktat dalam madu dapat menghambat bakteri e coli dan B. subtilis, , P. aeruginosa yaitu bakteri yang dapat menyebabkan terjadiya beberapa penyakit infeksi. Dengan demikian, bakteri baik dalam madu kelulut dapat menghambat dan membunuh bakteri jahat dalam tubuh. Jadi mulai sekarang  ayo kita makan satu sendok madu tiap hari.

 

Sumber: Syariffah Nuratiqah Syed Yaacob, Fahrul Huyop, Raja Kamarulzaman Raja Ibrahim & Roswanira Abdul Wahab. 2018. Identification of Lactobacillus sp. and Fructobacillus sp. isolated from fresh Heterotrigona itama honey and Their Antagonistic Activities Against Clinical Pathogenic Bacteria. Journal of Apicultural Research. 57(2): 395-405.

#Ketik4

6 thoughts on “Penemuan Bakteri Baik dalam Madu Kelulut Lebah (Heterotrigona itama)

  1. Wah, menarik sekali membicarakan soal lebah, madu dan khasiat madu bagi kesehatan. Saya bukan orang yang secara aktif dan rutin mengonsumsi madu, tapi saya memiliki anggota keluarga yang memang secara aktif mengonsumsi madu bahkan menjadikannya pengganti gula dalam minuman.

    Like

Comments are closed.