SWEET [Ayah – Andrea Hirata]

Sebelumnya, saya beri peringatan dini, ya. Apa yang saya tulis ini mengandung spoiler, kawan. Untuk yang belum baca bukunya, sebaiknya baca dulu sebelum baca tulisan ini bila tak ingin kecewa. 😹

Saya bukan sengaja memilih bab ini karena ingin spoiler, melainkan karena sweet memang bab favorite-ku. Hehe. 🙂

***

Saya baca novel Ayah ini pertengahan tahun lalu. Isinya mengesankan. Hampir setiap bab menyuguhkan kesan tersendiri mulai dari humor, pendidikan, kesetiaan, cinta dan sebagainya.

Bab yang kuulas berikut ini adalah satu dari beberapa bab yang menurutku sweet seperti judul babnya.

Sebelum mulai, aku bercerita terlebih dahulu kalau aku suka takjub pada penulis cerita yang mengangkat tema sederhana tetapi dikemas dengan gaya penceritaan yang melenakan, sampai-sampai ketika dibaca kita bisa tidak sadar telah melewati puluhan lembar tanpa jeda. Novel Ayah ini pun demikian.

Suatu waktu saya pernah menulis di sebuah kicauan di Twitter; ternyata tebal-tipisnya buku tidak terlalu berpengaruh pada cepatnya kita menyelesaikan buku itu.

Beberapa buku tipis yang saya baca ada yang baru habis setelah berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Sementara ada pula buku yang tebal dan bisa saya habiskan dalam hitungan hari. Faktor penyebabnya tentu saja karena gaya penceritaan penulisnya yang bikin nagih.

Oke, balik ke jalur.

Bab Sweet ini bercerita tentang Sabari yang tiba-tiba kedatangan surat aneh dari negeri di benua sebelah; Australia. Setelah dibaca oleh Amiru, anaknya, ternyata surat itu merupakan balasan dari pesan yang pernah si Indonesia Lonely Man a.k.a Sabari kirim melalui seekor penyu.

Waktu itu, saking frustrasinya harus mencari Marlena dan Zorro kemana lagi, Sabari yang begitu menyayangi Zorro dan Lena, istrinya sampai mengirim pesan itu melalui penyu, berharap suatu hari seseorang membacanya, meski itu terdengar sedikit konyol dan tak masuk akal.

Tak disangka setelah tujuh tahun lamanya, penyu itu tiba di perairan Australia dan ditemukan oleh seorang Kakek tua. Si Kakek, begitu membaca pesan itu, begitu bersemangat menemukan orang yang bernama Zorro dan Marlena sesuai pesan yang disampaikan di penyu itu.

Karena tak menemukan orang yang dimaksud, akhirnya si Kakek menyerah. Cucunya—ataukah anaknya (saya lupa bagian ini) Larissa, mengirim surat ke alamat Sabari berisi harapan si Kakek supaya Indonesia Lonely Man a.k.a Sabari dapat bertemu dengan sosok yang dicarinya. Pun berisi pertanyaan besar dari Larissa tentang kebenaran kisah yang sudah benar-benar berpengaruh pada kehidupan kakeknya: Apakah Zorro, Marlena, dan Sabari itu ADA?!

Begini penggalan balasan surat Zorro untuk Larissa:

Dear Larissa Sweet Wuruninga,
My name is Zorro, I am the son of Indonesia Lonely Man, Sabari.
……………
For now, I just would like to say thank you very much.
Sincerely yours,

Very-very happy, son Zorro and Father Sabari.

(Plis, dari suratnya aja bisa dilihat keluguan si Zorro ini, wkwk.)

Kisah ini selain sweet memang agak lucu bin konyol. Saya paling suka bagian penyu itu.

Secara pribadi, saya juga percaya kemungkinan itu meski konyol. Kemungkinan bahwa ketika kita menulis sesuatu di penyu—atau di manapun, kalau menulisnya dengan hati tentu akan berbuah manis.

.

.

.

*Gambar dari iPusnas

Januari 2020

Advertisement

6 thoughts on “SWEET [Ayah – Andrea Hirata]

  1. “ternyata tebal-tipisnya buku tidak terlalu berpengaruh pada cepatnya kita menyelesaikan buku itu.” Setuju… Kadang aku bingung menjelaskan ke orang bagaimana 1000 halaman saya habiskan kurang dari seminggu. Salah satu jawabannya mungkin karena yang disebut Kucca tadi.

    Yah kok spoiler sih kalau Amiru itu anu dan hubungannya anu ke itu… Kecewa.

    Liked by 1 person

  2. Sweet!

    Kalau aku sudah senang membaca di bab pertama maka bisa langsung terus baca. Hanya berhenti saat mata lelah.

    Dan benar, di manapun tempat kita menulis, selama itu ditulia dengan ‘hati’ maka akan sampai ke hati yang membacanya juga.

    Liked by 1 person

  3. “Isinya mengesankan. Hampir setiap bab menyuguhkan kesan tersendiri mulai dari humor, pendidikan, kesetiaan, cinta dan sebagainya.”

    Setuju banget sama Kuccaaa.
    Udah. Itu aja. :”) Aku speechless.

    Liked by 1 person

Comments are closed.