Pembaca Adalah Penerka

Batang pohon yang dipangkas, bisa saja tumbuh kembali, tapi tidak semulus ketika tumbuh pertama kali, apalagi dengan sepasang sayap burung yang patah, bisa sembuh, tapi lama. Bahkan akan sangat lama untuk bisa terbang mengudara ke angkasa.

Umpamanya sayap-sayap itu adalah sebuah harapan, apakah bisa seperti sediakala? Tergantung langkah Sabari, semoga buah kesabarannya bisa sampai dengan apa yang diharapkannya, kebetulan aku belum tuntas membacanya. Aku mencoba mengambil satu bab saja untuk kuulas disini, berkenaan dengan tugas ketik 9 yang harus aku lakoni.

Sebelum aku mengulasnya, aku menyarankan kepada pecinta novel karya A.H. ini silahkan dicoba untuk membacanya, Top dah!

“Snap Judgement” ketika aku membaca beberapa paragrafnya. Sah-sah saja jika aku mengklaim diriku seperti Sabari yang diceritakan pada novel tersebut, bagaimana tidak, aku juga menyukai hari Senin, sama seperti dirinya. Bedanya aku tidak suka upacara, mungkin Sabari tidak pernah absen untuk mengikuti upacara. 😁

Sependapat dengan apa yang di jelaskan Sabari, bahwa Senin itu adalah langkah awal menjalankan visi dan misi dalam perjuangan. Jika dalam kegiatan pertanian, Senin itu ibarat mencampur pupuk dengan tanah, Selasa adalah menanam, Rabu penyemprotan, Kamis perawatan, Jumat pengontrolan, Sabtu memanen, dan Minggu menikmati hasil panen. Itu hanya pengalamanku ketika ikut mengurus huma milik Perhutani pada tahun 1993.

Jika aku harus menambahkan sedikit kalimat atau paragraf pada novel tersebut, maka aku akan memilih kalimat ini:

Jika seorang lelaki mempunyai prinsip setiap hari, maka tujuan seorang lelaki itu adalah hari Jum’at, Senin sampai Kamis adalah proses, Sabtu dan Minggu adalah Evaluasi”

Jangan dipikirkan! itu hanya huruf yang ditumpuk, menjadi kalimat ampas atau asal-asalan, hasil buah pikiranku yang fakir ilmu ini. 😁

Lain ceritanya ketika yang di perjuangkan oleh Sabari itu adalah Lena, si gadis cantik yang pernah dekat dengan banyak lelaki. Pengorbanannya begitu oportunis, dan berhasil ia gambarkan dengan sangat jelas, ketika Sabari memilih Drop Out dari sekolahnya.

Andaikata Sabari memahami prinsip itu, tidak mungkin Sabari bolos sekolah selama tiga hari, dan Lena si gadis cantik itu, akan lebih cepat jatuh dipelukan Sabari.

Maaf hanya sedikit saja ulasanku tentang Novel Ayah, Karya Andrea Hirata ini, karena memang aku tidak suka mengulas.

2 Januari 2020 nunulis © nolbesar

7 thoughts on “Pembaca Adalah Penerka

  1. Nama hari huruf awalnya mesti kapital misal Senin. Ada beberapa kata yang ditulis ‘senin’.

    Overtunis atau oportunis, Nu?

    Dan hari ini masih tanggal 2 Januari 2020, lho. Bukan tanggal 3.

    Kalau bisa rampung membaca novel ini, seru dan penuh makna

    Liked by 1 person

Comments are closed.