BCB (Bukan Cinta Biasa)

programmer-cantik
pic: dictio.id

Hari berganti hari, hingga satu tahun berlalu.

Rey tetap gigih mendekati Rahma. Tetapi Rahma tetap Rahma. Tetap bergeming dan dingin seperti batu marmer. Tetap acuh pada setiap pria yang mendekatinya.

Sampailah pada suatu hari yang menggemparkan semua teman-teman Rey di kantor.

“Ada apa denganmu, Rey? Gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba kamu mengajukan resign?” Hari terkejut saat mendengar keputusan Rey. Sudah 5 tahun masa kerjanya dijalani, tiba-tiba akan keluar dengan alasan yang menimbulkan tanda tanya besar.

“Ah, biasa saja, Har. Nanti kamu juga akan tahu.”

What?”

Benar saja. Dan kejutan itu disampaikan sendiri oleh Rey ke tangan Hari, sohibnya.

“Dateng ya, di pernikahanku.” pinta Rey sambil menyerahkan sebuah undangan. Raut muka Hari masih bingung seperti sedang mengumpulkan banyak pertanyaan. Undangan pernikahan dan resign.

“Hmmm… itu biasa jika terjadi cinta lokasi di sebuah perusahaan. Salah satu harus keluar.” batin Hari.

*

Tulisan di atas kukutip dari sebuah cerpenku berjudul Bukan Cinta Biasa.
Di tulisan ini aku memakai gaya explisit dengan sudut pandang orang ketiga tunggal.

15 thoughts on “BCB (Bukan Cinta Biasa)

  1. Kentang nih, MasHP. Kena tanggung alias ceritanya gantung. Haha….

    Aku curiga tokoh bernama Hari ini adalah tokoh rekaan dari nama aslinya Heri Purnomo.

    Oia, sedikit koreksi :

    BCB ( Bukan Cinta Biasa ) — hapus satu spasi setelah tanda kurung awal dan akhir) menjadi BCB (Bukan Cinta Biasa)

    “Ah, biasa saja, Har. Nanti kamu juga akan tahu. ” (hapus satu spasi sebelum kutip akhir)

    “Hmmm… itu biasa jika terjadi cinta lokasi di sebuah perusahaan . (hapus satu spasi sebelum tanda titik)

    Liked by 2 people

      1. Bukan, kutipan dari blog pribadi. 🤣 tdk ada syarat cerita utuh bukan? Yang penting unsur gaya penceritaan dan sudut pandang terpenuhi. Bahkan panjang tulisan boleh 1 paragraf. 🤣

        Like

Comments are closed.