Kucca dan Ponakan

Menjawab tantangan #KETIK7 aku memilih untuk mendeskripsikan ponakanku.

Pada dasarnya aku memang suka anak-anak. Setiap kali dapat kabar sepupu lagi hamil, pasti aku paling heboh menanti-nanti kelahiran bayi-bayi unyu itu, hehe.

Dan manisnya lagi, aku rasa ponakan-ponakanku juga menyenangiku, khususnya yang masih kecil-kecil. (Psst, yang sudah gede sih, pada malu dekat-dekat dengan tatta-nya).

Aku mulai dari ponakan paling tua, ya! 🌻

1. Danda

Itu hanya nama panggilannya saja. Nama aslinya sih Darta, tetapi di keluarga besar kami, kami terlanjur nyaman memanggilnya dengan nama kecilnya itu, hihi.

Kalau baru kenal dengannya, mungkin orang-orang akan menganggapnya anak yang cuek. Dan meski sepertinya memang rada cuek, tetapi sebetulnya dia anaknya jahil parah kalau sudah kenal dekat dengan orang.

Tidak seperti anak-anak yang lain, Danda lebih senang menghabiskan waktu di rumah dibanding keluyuran untuk hal-hal tidak penting. Dia juga tidak terlalu senang dengan gawai, padahal kalau dipikir-pikir teman sebayanya pasti lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai mereka.

Omong-omong, saat ini Danda sudah kelas 3 di Tsanawiyah.

2. Wiwi

Wiwi adalah nama panggilannya di keluarga besar kami, tetapi di sekolahnya dia lebih sering dipanggil Malika. Sekarang dia SMA kelas 10 di salah satu sekolah negeri di Palu. Karena dia menetap di sana, jadinya jarang ketemu, huhu.

Hmm, omong-omong Kucca, sepertinya kentara ya usiamu nyatanya sudah cukup tua melihat usia ponakan-ponakanmu, ini. 🙈

Wiwi ini ponakanku paling cantik dan manis. Kulitnya sawo matang, bola matanya hitam pekat dengan bulu mata yang lentik. Yang khas, dia juga punya lesung pipit. Sekadar info, ponakanku ini jauh lebih paham soal make-up dibanding tatta-nya a.k.a me. Hahaha.

O, ya omong-omong, ketika gempa Palu kemarin, dia bikin semua keluarga di Sulawesi panik. Karena kebetulan dia memang sekolah di Kota Palu, dan pas kejadian dia sedang ada acara di sekitar Pantai Talise. Wiwi sempat hilang lebih dari 24 jam, dan untungnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh keluarga di sana.

Alhamdulillah.

3. Aurel

Aurel ini ponakanku paling pintar. Sekarang dia kelas 6, dan selama di bangku SD nilainya selalu memuaskan. Sejujurnya aku tidak terlalu dekat dengannya. Anaknya cenderung pemalu. Dia juga cantik, hobi bernyanyi dan cukup berbakat untuk persoalan tari tradisional.

4. Alvin

Dia adalah ponakan yang paling dekat denganku di antara yang lainnya. Mungkin karena rumah kami bersebelahan, jadi hampir setiap hari ketika aku masih sekolah dulu kami menghabiskan waktu untuk bermain. Ups, oke. Ketika itu aku SMA, dan aku bermain dengan anak usia enam tahun. Hm, it’s okay. Bahkan sampai sekarang kalau aku libur, aku masih suka main dengan mereka. Ya, pada dasarnya aku suka anak kecil. Dan menurutku, bermain dengan anak kecil setidak-tidaknya bisa menghilangkan stres (iya, kalau bandelnya mereka enggak kambuh, wkwk).

Alvin ini anaknya cepat tanggap. Ketika diberitahu sesuatu, dia bisa cepat hafal. Bahkan aku ingat, dulu ketika dia masih sekitar umur empat tahun, aku mengajarinya surah-surah pendek, dan saat itu juga dia bisa menghafalnya hanya dengan mengulang dua sampai tiga kali.

Dia juga punya percaya diri tinggi. Dengan siapa saja bisa cepat akrab. Dia juga tidak pilih-pilih teman, dengan teman perempuan pun dia cepat akrab. Sekarang dia sudah kelas 4 SD! 😹

5. Rafly

Ini adiknya si Alvin.

Meski kakak-beradik, keduanya justru punya karakter berbeda. Kalau Alvin cenderung cepat akrab dengan orang lain, Rafly jusru kebalikannya. Suatu hari dia ke rumahku, lalu memanggil namaku dengan ceria-meria, tetapi ketika dia menyadari bahwa aku tidak sendiri dan ada orang asing di dekatku, dia langsung balik kanan ke rumahnya tanpa bilang apa-apa. Wkwkwk.

Dia ini usianya masih tiga tahun. Dan super rewel sekali. Kalau dia ingin sesuatu, ya pokoknya harus dituruti, kalau tidak ya bakalan merajuk. Namun, di satu sisi dia juga pandai melucu, pokoknya ngegemesin deh!

O, ya. Fakta menariknya adalah, ketika dia masih usia setahun, saat dia mulai pandai memanggil nama orang lain, selain tentu pandai memanggil papa, mama, dia juga sudah bisa memanggil namaku dengan baik (nama kecilku, ya, yang selalu dipakai di keluarga). Hihihi.

6. Fika

Sama seperti Wiwi, dia juga tinggal di Palu, tetapi di bagian desanya. Anaknya lucu, cepat akrab dan suka sekali bergaya. Ini terbukti dari facebook-nya. Ups, padahal dia masih kelas 5 SD, lho. Hmm~

Fika ini juga usil, seingatku. Terakhir kami bertemu tiga tahun lalu, ketika Rafly baru diaqiqah. Mungkin sekarang jauh lebih usil lagi atau sebaliknya, entahlah. 😹

7. Alif

Ponakanku paling unyu. Kalau keenam ponakanku tadi adalah ponakan dari pihak sepupu, Alif ini adalah ponakan langsungku alias anak dari kakakku. Meski masih belum genap setahun, Alif sudah mulai menunjukkan karakter yang sepertinya diwarisi dari kakakku. Apa itu? Melawaaaaaaak.

Alif suka sekali melawak, ya tentu saja melawaknya ala-ala anak kecil. Aku susah mendeskripsikannya. Intinya ketika kita melakukan sesuatu, Alif bisa langsung mengukuti. Dan dia punya lawakan khas, yaitu mengerutkan hidung bersamaan dengan memejamkan mata (seperti sedang mengendus-endus dengan mata tertutup gitu) lalu setelah itu dia tertawa. 😹😹😹

Jadi, demikianlah deskripsi tentang ponakan-ponakanku. Sebetulnya ponakanku masih banyak, tetapi setidaknya ketujuh itu sudah mewakililah, ya. 😹

.

.

.

Sumber gambar: Pinterest

November 2019

One thought on “Kucca dan Ponakan

Comments are closed.