Pahlawan Kompleks

Siang tadi, sekitar tengah hari aku tiba-tiba terperanjat bangun dari tidur siang dengan perasaan kaget–campur aduk pokoknya!

Orang-orang sekosan pada berteriak, dan aku segera ambil kerudung sebelum keluar kamar melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ketika aku keluar, teman kosanku sudah menghambur keluar kamar, panik, dan aku sama paniknya. Asap sudah memenuhi sebagian lantai dua kosan. Sumber apinya berasal dari tempat pembuangan sampah kompleks yang berada di samping–agak ke belakang–kosanku. Ketika aku mengintip lewat tempat jemuran, menembus asap yang semakin pekat, apinya terlihat besar.

Teman kosanku yang sudah melaporkan kejadian pada Bapak Kos, langsung meminta selang, air seember dan apa pun itu untuk mencegah apinya merambat hingga ke kosan. Kami serempak melakukannya. Saat itu juga, Bapak Kos sudah berhasil meminta bantuan pada tukang–yang kebetulan–siang itu masih bekerja. Warga pun masing-masing keluar dari dalam rumah masing-masing membawa seember besar air untuk memadamkan api.

Akhirnya dengan usaha keras, selama hampir dua jam apinya berhasil padam. Lega rasanya. Mereka adalah pahlawan-pahlawan kompleks sejati!

Kabarnya, api bersumber dari seseorang yang membakar sampah di siang bolong, di saat matahari sedang terik-teriknya. Kata Bapak Kos, orang yang melakukannya memang sedikit tidak waras, kalau pun ditegur harus benar-benar dengan cara yang halus supaya dia tidak tersinggung. Untung saja, setelah api padam, aku melihat ada bapak-bapak yang memberitahu pelaku bahwa hal itu membahayakan, dan pelakunya meminta maaf sebesar-besarnya lalu mengacung jempol kepada seluruh warga.

Fiuuuuh, setelah beres dengan urusan panik itu, aku segera ke kamar mandi setelah sadar sejak bangun tadi aku sama sekali belum cuci muka saking paniknya. 🙈

.

.

.

2 November 2019

Advertisement