Maafkan Aku

Dan, aku tertangkap basah sedang memandang dirinya. Ingin berlari menjauh tetapi sudah terlambat. Aku terperangkap dalam lingkaran pertanyaan yang selalu diajukan kepadaku.

Aku tidak habis mengerti…
Kamu mengatakan, chemistry itu kuat di antara kita. Aku adalah cintamu dan kau bahagia denganku. Bahkan kau pernah mengatakan aku adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupmu. Kepuasan terindah dalam hidupmu kau peroleh dariku. Tapi mengapa,… kau pergi menjauh meninggalkan aku?”

Seperti biasa, aku mengakui semua perkataan itu. Yah, semua benar adanya.

Tiada yang abadi, semua berubah dan aku sudah berubah. Setiap manusia mempunyai alasan dan berhak menentukan pilihan. Maafkan aku.”

Hanya jawaban singkat itu yang aku berikan sambil berlalu, pergi menjauh.
Sebelum dialog semakin panjang, dialog imajiner antara aku dan my former proffesion.

Pict. Pint

-Gassmom-
Pematang siantar, 01119

6 thoughts on “Maafkan Aku

Comments are closed.